23 Mei 2020 11:56

Tak Loyal, Kadis Bakal Digeser

MyPassion
Steven Kandouw

MANADOPOST.ID-- Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw, Jumat (22/5) kemarin, mewarning keras terkait loyalitas setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS), khususnya pejabat eselon II di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.

Hal tersebut disampaikan Kandouw, agar semua program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) dapat berjalan baik. Kandouw secara tegas mengatakan, bakal menggeser kepala dinas (kadis) yang tidak loyal kepada pimpinan.

"Loyalitas ini sangat penting. Apalagi kepala SKPD. Tidak boleh ada agenda-agenda lain. Yang tidak loyal, ya minta maaf. Akan kita geser," tuturnya.

Kandouw juga mewarning semua PNS yang aktif dalam media sosial untuk tetap profesional dalam pekerjaan dan menuntaskan semua target.

"PNS yang ada di media sosial itu, kita pantau. Jika Body language dan semua yang dia share tidak sesuai dengan arah kebijakan kita, maka silahkan saja minggir. Buat apa kita pakai orang seperti itu, yang sudah jelas tidak mau kerja bersama kita. Kita butuh PNS yang setia dan mengedepankan pekerjaan. Agar semua program dapat dituntaskan," ujarnya.

Sementara itu, pakar pemerintahan Dr Jhony Lengkong mengatakan, jika pimpinan menggeser kadis ataupun staf yang tidak sejalan dengan arah kebijakan, merupakan hal wajar. Pasalnya Lengkong menilai, tuntutan pemerintah saat ini adalah kerja nyata dan tuntas.

"Tentu kalau PNS tersebut tidak sejalan, maka jangan dipertahankan. Menggeser kadis ataupun staf langkah yang tepat. Agar semua program dapat sukses. Ini bukan masalah karir, melainkan kepentingan masyarakat," ungkapnya.

Lengkong juga mendesak kepala daerah, agar segera membuat evaluasi terhadap kinerja dari semua kadis maupun staf.

"Jika tidak maksimal, ya langsung diganti. Penyegaran dalam rangka optimalisasi kinerja menurut saya lebih penting. Pemerintah saat ini membutuhkan inovasi dan terobosan dalam menjalankan setiap program. Jika kadis dan staf sudah tidak loyal, pasti tidak akan ada inovasi dan terobosan yang akan dilakukan," tandasnya. (ewa/can)

Kirim Komentar