22 Mei 2020 10:59

Detasemen 9, Game Esport Indonesia Buatan Putra Sulut

MyPassion

MANADOPOST.ID--Sulut patut berbangga. Big Dade, Developer nyiur melambai merilis game bergenre Mobile Cover Shooter (MCS) pertama di dunia. The Detasemen 9.

Ide MCS diambil berkat masukkan dari anggota TNI AU dan Kepolisian Republik Indonesia karena menilai game-game menembak yang ada pada saat ini kurang realistis jika dibandingkan dengan kenyataan di medan pertempuran sesungguhnya.

“Menurut teman saya yang merupakan anggota kesatuan TNI AU serta Kepolisian bahwa game menembak yang ada sekarang sama sekali tidak real. Tidak sama dengan keadaan atau kondisi nyata di lapangan,” ucap CEO Big Dade, Andria Wahyudi, CEO Big Dade dalam keterangan resminya, Kamis (21/5).

Game esport ini memasuki masa uji coba beta tertutup, Rabu (20/5), direncanakan rilis 17 Agustus mendatang, untuk platform Android.

Detasemen 9 mengajak pemain untuk bisa merasakan sensasi pertempuran sesungguhnya dengan mencari perlindungan dan menembak sekaligus. Pada game ini, pergerakan, pengalihan perhatian, strategi, dan kerjasama tim menjadi elemen yang juga tidak kalah penting dari kemampuan menembak.

Pemain juga didorong untuk menggunakan peluru sesedikit mungkin karena jumlahnya yang terbatas dan tidak bertambah sepanjang permainan.

Tak kalah menarik, game ini juga membawa pemain untuk menikmati keindahan alam dan budaya Indonesia melalui visual lokasi, barang in-game, dan aransemen musik. Produk-produk buatan Indonesia, termasuk senjata, pakaian, dan peralatan lainnya, diperkenalkan, beserta konsep-konsep kebangsaan dan perdamaian yang menjadi latar belakang Detasemen 9.

“Kami bekerja sama dengan beberapa tim esports untuk menyediakan digital merchandise dalam game ini, seperti jersey yang dapat digunakan oleh fans di dalam permainan,” ujar putra asli Minahasa ini.

Andria juga berharap agar game ini dapat menjadi tonggak sejarah baru industri game di Indonesia.

“Saat ini diperkirakan ada sekitar 40-60 juta pemain game esports di Indonesia, tapi sayangnya gim yang populer saat ini bukan merupakan game buatan lokal. Detasemen 9 mencoba mengambil pasar ini dan memenangkan persaingan di dalam negeri,” lanjut pria yang juga dosen di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Klabat, Manado itu.

Dibalik layar, game Detasemen 9 dikembangkan oleh 8 orang tim pengembang game di kota Manado. Tim ini terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, mahasiswa, polisi, dan anggota TNI yang memiliki tujuan memperkenalkan keindahan alam dan budaya Indonesia ke mata dunia.

Sebelumnya, tim ini sukses membuat game populer berjudul Manguni Squad yang telah diunduh oleh lebih dari 48.000 orang dari 92 negara.(jen)

Kirim Komentar