22 Mei 2020 15:51

Cegah Kehamilan di Masa Pandemi, Ribuan Kondom Disebar

MyPassion

MANADOPOST.ID--Guna menekan angka kehamilan di masa pendemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menyalurkan ribuan Alat Kontrasepsi (Alkon) di 19 Puskesmas.

Kepala DPPKB Ketut Kolak mengatakan, penyaluran tersebut akan berlangsung hingga 20 Mei 2020, di mana alat kontrasepsi yang disalurkan terdiri dari kondom, pil serta alat suntik. "Kita telah salurkan ribuan kondom dan pil serta alat suntik," ujar Kolak saat dikonfirmasi.

Kolak pun mengimbau, agar pasangan suami-istri untuk menunda kehamilan di masa pandemi Covid-19 ini. "Kalau belum hamil, jangan hamil dulu. Jangan ada kehamilan yang tidak terencana, juga kehamilan yang tidak diinginkan," imbuhnya.

Lanjut dia, program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) selang Januari-Maret untuk Tahun 2019 dengan Januari-Maret Tahun 2020 pada masa kedaruratan kesehatan masyarakat-Covid 19, jumlah Pasangan Usia Subur  (PUS) dalam selang Januari-Maret Tahun 2020 sebanyak 42.292 PUS bila dibandingkan dengan selang Januari-Maret 2019 sebanyak 43,116 PUS, ada penurunan jumlah sebanyak 824 PUS. 

"Ini dapat terjadi karena ada sebagian PUS sudah mengalami monopause dan dalam pencegahan Covid-19 pemerintah mengeluarkan aturan/larangan protap kesehatan diantaranya dilarang mengumpulkan orang banyak, sehingga calon PUS baru yang telah direncanakan untuk menikah sementara waktu menunda acara pelaksanaan pernikahannya," pintanya.

Sementara itu, jumlah Peserta Aktif (PA) dalam selang Januari-Maret Tahun 2020 sebanyak 34.072 PA, bila dibandingkan dengan Januari-Maret 2019 sebanyak 35.157 PA, ada penurunan jumlah sebanyak 1.085 PUS. 

"Ini dapat terjadi karena ada keluarga yang hamil, ingin anak segera, ingin anak ditunda atau tidak menginginkan anak lagi, khusus jumlah peserta yang tidak ingin anak lagi terjadi peningkatan jumlah sebanyak 756 peserta KB aktif kalau dibandingkan dengan data PA tahun 2019, ini terjadi pada pengguna alat kontrasepsi khususnya pil suntik dan implant yang seharusnya waktu masa pakai telah berakhir di bulan Februari 2020, ini terjadi karena peserta KB ulangan atau PUS enggan datang ke klinik KB untuk mendapatkan pelayanan ulangan di Faskes karena wabah Covid 19," jelasnya.

Tak hanya itu, jumlah ibu hamil dalam selang Januari-Maret Tahun 2020 sebanyak 1.126 orang, bila dibandingkan dengan selang Januari-Maret 2019 sebanyak 1.130 ibu hamil, ada penurunan jumlah sebanyak 4 orang ibu hamil. Hal ini menunjukkan bahwa pada masa kedaruratan kesehatan masyarakat Covid-19, belum terjadi perubahan yang signifikan terhadap angka kehamilan di Kabupaten Bolmong. 

"Ini bisa terjadi karena beberapa kemungkinan, antara lain: pemberlakuan aturan masa kedaruratan kesehatan masyarakat Covid-19 yang salah satu poinnya melarang masyarakat untuk mengadakan acara pertemuan, perkumpulan, atau kegiatan pesta, sehingga sebagian calon pasangan usia subur yang sudah merencanakan untuk menikah menunda pelaksanaan acara pernikahannya yang tentunya berdampak juga pada angka kehamilan yang akan terjadi pada masa tersebut," jelasnya.

Dia menambahkan, ada sebanyak 5.140 PUS yang tidak ikut KB karena alasan ingin anak segera 2.471 dan tidak ingin anak lagi 2.669, jadi total 5140. "Itu sebabnya, di masa Covid-19 ini di harapkan untuk menunda kehamilan karena hamil di masa pandemi Covid-19 beresiko terhadap kesehatan ibu dan anak sangat tinggi, untuk itu DPPKB Bolmong, memenuhi kebutuhan obat dan alat kontrasepsi yang didroping melalui fasilitas pelayanan KB yaitu klinik atau Puskesmas di 19 Faskes yang ada di Bolmong," pungkasnya. (ctr-04/ite)

Kirim Komentar