20 Mei 2020 10:31
Sulut Bangkit Sekarang Juga

Virus Tidak Akan Hilang, Vaksin Belum Ditemukan, Rakyat Harus Makan

MyPassion

MANADOPOST.ID--Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh Rabu (20/5) hari ini, jadi momentum bagi Sulawesi Utara (Sulut) untuk bangkit dari keterpurukan akibat hantaman badai Covid-19.

WHO mengatakan, virus ini tidak akang hilang seperti HIV dan virus virus lainnya. Tidak perlu menunggu vaksin, yang menurut para ahli di Amerika, menunggu 8 bulan. Dua bulan di rumah saja, rakyat mulai kesulitan memenuhi kebutuhan pokok. Rakyat butuh makan. Jangan tunggu kondisi makin memburuk. Saatnya Sulut bangkit dari kondisi sulit sekarang ini.

Untuk mewujudkannya, Gubernur Provinsi Sulut Olly Dondokambey meminta masyarakat terus mematuhi imbauan pemerintah dalam penanganan Covid-19. Dia pun meminta masyarakat untuk tetap hidup gotong royong, di tengah menghadapi Covid-19.

“Bagaimana kita hadapi Covid-19, dengan gotong royong dan disiplin. Anggap virus ini tidak hilang,” kata Olly menanggapi pertanyaan mengenai imbauan Presiden Joko Widodo untuk hidup berdamai dengan Covid-19.

“Mari kita belajar hidup di tengah virus. Kenapa di Thailand bisa? Disiplin. Pulang ke rumah ganti baju. Kan bisa. Kalau kita sudah seperti itu, tandanya kita sudah bisa hidup berdampingan dengan Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Joy Tulung mengungkapkan, berdamai dengan Covid-19 memang sudah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat saat ini. “Memang dengan adanya Covid-19 tentunya akan memperlambat pertumbuhan ekonomi, oleh karena itu kalau kita berdamai tentunya perekonomian akan berjalan lagi, namun ada syaratnya yaitu "New Normal" tersebut yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Menurut dia, ada banyak hal yang harus diperhatikan yaitu dengan pengurangan uang dan diganti dengan pembayaran digital, yang tentunya bukan hanya akan lebih mengurangi interaksi tapi juga terciptanya efisiensi. “Covid-19 juga meningkatkan pengangguran apalagi yang kena dampaknya paling besar di sektor informal,” sebutnya.

Terpisah, para tokoh agama Sulut meminta umat harus terus melaksanakan imbauan pemerintah, walaupun belum tahu kapan Covid-19 berakhir. Sambil doa umat yang harus terus dipanjatkan. Agar di tengah situasi ini, Sulut dapat secepatnya bangkit. Dan masyatakat dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa.

"Dalam konteks Covid-19 yang belum ada kepastian berhentinya, maka diimbau kepada seluruh jemaat GMIM, agar lebih sungguh-sungguh membuat tindakan disiplin melakukan physical distancing. Juga dalam menerapkan  protap kesehatan dalam prilaku sehari-hari," sebut Sekretaris BPMS GMIM Pdt Dr Evert Tangel.

Tangel mengajak seluruh jemaat untuk tetap bersemangat dalam kekuatan iman. Karena kondisi ini akan dilalukan oleh Tuhan. Teruslah berdoa, mohon ampunan dari Tuhan. “Juga secara khusus dimintakan kepada jemaat untuk melaksanakan ibadah perayaan hari kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga pada Kamis (21/5) esok, di rumah masing-masing, dengan mengikuti surat imbauan dari BPMS GMIM," ungkapnya.

Ketua MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gofur juga mengatakan, Sulut harus bangkit dari sekarang. Dengan menjalankan protokol kesehatan. Itu yang harus dilakukan. Jangan berkumpul, cuci tangan, pakai masker.

“Sebab sudah banyak contoh. Seperti Vietnam yang tidak melakukan lockdown dan PSBB, namun masyarakatnya patuh dengan melaksanakan imbawan pemerintah. Melaksanakan protokol kesehatan standarnya sama di seluruh dunia," ungkapnya.

Dia berharap situasi ini segera berakhir. Mudah-mudahan bulan depan semua sudah kembali normal. Perlahan-lahan mulai normal. “Namun protokol kesehatan harus tetap dilaksakan. Karena pemerintah tidak akan membiarkan rakyatnya. Dan wajib protokol kesehatan tetap dilaksanakan," tegasnya.

Ketua Perhimpunan Tempat Ibadah Tridharma (PTITD) Manado Jimmy Rumengan meminta umat untuk tetap mengikuti imbauan pemerintah. “Situasi ini termasuk musibah internasional. Kita ikuti saja aturan pemerintah. Semua harus bersabar, berdoa dan harus tetap semangat,” ungkapnya.

Dia mengimbau ke seluruh umat Tridharma di Manado ikuti peraturan pemerintah. “Mudah-mudahan, bulan depan Sulut bisa bangkit ekonominya. Biar pelan tapi pasti. Yang penting kita harus tetap semangat dan selalu berdoa," pungkasnya.(ayu/ewa/gnr)

Kirim Komentar