20 Mei 2020 10:43

70 Persen Pergeseran APBD untuk Alkes

MyPassion
Olly Dondokambey

MANADOPOST.ID--Penanganan pandemi Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus dilakukan secara maksimal. Alokasi anggaran dari setiap Pemerintah Daerah termasuk Pemprov Sulut, dilakukan agar penanganan Covid-19 dapat segera tuntas.

Diungkapkan, Gubernur Olly Dondokambey (OD), Selasa (19/5) kemarin, bahwa Pemprov Sulut telah melakukan pergeseran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp191 miliar. Alokasi anggaran tersebut, dimaksud agar penanganan Covid-19 lebih cepat. Dari Rp191 miliar tersebut, OD menyampaikan bahwa dibagi untuk beberapa sektor. Salah satunya untuk pembelian alat kesehatan (alkes) yang dikelola Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Langkah tersebut sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo yang meminta Pemda melakukan realokasi anggaran untuk mempercepat penanganan Covid-19. Dan itu juga sesuai lnstruksi Presiden (Inpres) 4/2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Jadi semua telah memiliki payung hukum yang jelas," ungkapnya.

OD juga menyampaikan jika alokasi anggaran Rp191 Miliar tersebut sebagian besar digunakan pada pembelian alat-alat kesehatan.

"Hanya 30 persen dari Rp191 miliar untuk bantuan sosial (bansos). Sisanya untuk pembelian alat-alat kesehatan seperti masker non medis sebanyak satu juta dua ratus, ventilator dan Alat Pelindung Diri (APD) dibagikan ke sejumlah rumah sakit. Jadi sekitar 70 persen untuk alkes ini. Karena alkes ini sangat penting dalam penanganan Covid-19," tuturnya.

OD membeberkan, kebutuhan APD rumah sakit sangat besar. Dia mencontohkan, RSUP Kandou yang membutuhkan sekitar 180 APD setiap hari.

"Rumah Sakit Prof Kandou misalnya, sehari butuh 180 APD bagi dokter, perawat dan staf rumah sakit. Belum termasuk rumah sakit lain. Belum juga alkes yang lain. Ventilator itu sangat mahal per unitnya. Kalau tidak salah satu ventilator seharga Rp800 juta. Itu kita beli, karena penting dalam penanganan pasien Covid-19. Karena itu, mari kita menjaga kedisplinan diri agar Covid-19 ini, bisa segera selesai," ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut Steven Dandel mengatakan, alokasi anggaran terbesar APBD Sulut ada pada pengadaan APD dengan jumlah Rp13,5 miliar.

"Jadi perencanaan awal kita itu ada 44 ribu APD yang kita targetkan disiapkan sampai pandemi ini bisa selesai. Kemudian Rapid tes, kita berkaca pada Korea Selatan yang memeriksa kurang lebih 3 persen dari jumlah penduduknya," ungkapnya.

Dandel mengatakan, berdasarkan hasil perhitungan dari tim medis melalui kajian, didapatkan 20 ribuan Rapid tes yang kita perlukan.

"Kondisi sekarang ini, kita sudah ada sekitar 10 ribuan Rapid tes. Jadi masih perlu untuk ketambahan 10 ribu lagi. Dan kita akan terus mempercepat pelaksanaan surveilans Covid-19 melalui Rapid tes ini. Jadi kebutuhan 45 ribu APD dan 20 ribuan Rapid tes, kita akan dapatkan melalui pengadaan APBD serta bantuan Pemerintah Pusat," imbuhnya.

Dandel mengatakan, untuk menyiapkan semua APD, Rapid tes serta kegiatan penanganan Covid-19, Pemprov Sulut menyiapkan Rp48,5 miliar yang dialokasikan untuk 41 item. Namun dirinya tidak merinci secara jelas, apa saja 41 item tersebut.

"Alokasi 48,5 miliar tersebut tersebar dipakai untuk pembelian APD dengan jumlah mencapai Rp13,5 miliar. Selain itu, ada juga alokasi pembelian masker dengan nilai Rp10 miliar. Ada juga untuk pengadaan ventilator sebanyak Rp6 miliar, itu untuk meningkatkan kapasitas ventilator yang ada di rumah-rumah sakit. Kemudian ada juga, pengadaan Rapid tes dengan nilai Rp5 miliar. Karena kita ingin memperluas cakupan pemeriksaan kita," kuncinya. (ewa/can)

Kirim Komentar