19 Mei 2020 22:03

Cerita Pilot asal Sulut di Tengah Corona: Rutin Cek Kesehatan, Terbantu Layanan Cargo

MyPassion
Reiner Bagania (Dok.Pribadi)

MANADOPOST.ID – Covid-19 begitu kejam. Semua sektor dibuat terpukul. Salah satu pekerjaan yang terkena efek Corona adalah pilot. Kebijakan sejumlah maskapai penerbangan memaksa para pilot harus gigit jari.

Reiner Bagania salah satu pilot asal Sulawesi Utara bercerita kepada Manado Post mengenai situasi di dunia penerbangan saat ini. Dirinya menjelaskan, para pilot dan pramugari yang masih bertugas harus memakai masker dan alat pelindung yang standart. Jumlah jam terbang juga semakin sedikit. Belum lagi kebijakan perusahaan untuk memotong gaji karyawan.

“Apalagi setelah beberapa peraturan pemerintah tentang PSBB, jumlah penumpang makin sepi. Akhirnya jumlah penerbangan juga makin sedikit dan banyak rute yang di-cancel,” jelas pilot di salah satu maskapai swasta di Indonesia ini.

Puncak terparah dirasakan para pilot sejak penutupan beberapa bandara diberlakukan. “Banyak sekali pilot dirumahkan. Sebagian mendapatkan cuti tidak dibayar,” tuturnya.

Rei menuturkan saat ini sebagian pilot yang masih bertugas, termasuk dirinya terbantu dengan penerbangan cargo. "Hampir tiap hari ada. Tergantung kebutuhan. Kalau saya hanya sekali saja," jelasnya sembari tetap bersyukur.

Soal protap Covid-19, Rei bersama para pilot lainnya diwajibkan untuk selalu cek kesehatan serta rapid test setiap kali menjalankan tugas. “Ini merupakan keadaan yang sangat memperihatinkan dari segi pendapatan. Makanya saya lebih bijak dalam hal mengatur finansial sekarang," jelasnya.

Dirinya berharap, pandemi ini segera berakhir. “Agar industri penerbangan bisa pulih, Apalagi dunia pariwisata,” tukasnya. (tkg)

Kirim Komentar