13 Mei 2020 11:02

OMG! Ini Pesan Terakhir Warga Yang Ditemukan Gantung Diri

MyPassion

MANADOPOST.ID--Warga Kampung Taloarane, Kecamatan Manganitu, digemparkan kejadian gantung diri Selasa (12/5) kemarin. Yang dilakukan lelaki usia 55 tahun berinisial HR, warga Kelurahan Apengsembeka (Apes), Kecamatan Tahuna.

HR yang datang ke Kampung Toalarane sejak sabtu (9/5) pekan lalu, ditemukan tak bernyawa dengan seutas tali sepanjang 1,5 meter yang masih melilit lehernya.

Menurut kronologi penemuan yang diperoleh melalui Kanit Reskrim Polsek Manganitu Aiptu Hence Kaware, Kejadian bermula dari RR alias ato (49), sebagai saksi, yang hendak menuju ke rumah orang tuanya, di Lindongan II Kampung Taloarane (TKP, red) sekira pukul 12.00 WITA.

Menurut penuturan Kanit, yang meneruskan pernyataan RR, sesampainya di rumah yang awalnya sudah tak terpakai itu, dirinya menemukan jenazah di bagian belakang dapur rumah, lebih tepatnya tergeletak di samping bangunan pekuburan keluarga, yang setelah diidentifikasi, ternyata merupakan jenazah sepupunya RH.

“Dengan adanya penemuan tersebut, RR langsung memanggil kakaknya GR (50), untuk selanjutnya memberitahukan kepada aparat Kampung dan aparat, sekira pukul 12.05,” ujar Kanit.

Dengan laporan yang ada, pihak Polsek Manganitu yang dipimpin langsung Kapolsek Manganitu Iptu Joubert Johanis, pihak Puskesmas Manganitu yang dipimpin dr Felisia Pangemanan, Camat Manganitu, Pemerintah Kampung, dan keluarga langsung bergegas ke TKP untuk melakukan olah TKP sekira pukul 12.15 WITA.

Dari hasil pemeriksaan dr Felisia Pangemanan bersama tim penyelidik mendapatkan pada tubuh korban terdapat luka lebam dikepala, akibat benturan pada saat korban terjatuh pasca gantung diri, dan tidak terdapat tanda tanda kekerasan.

“Dari hasil tersebut, dapat dipastikan bahwa korban meninggal dunia akibat gagal pernafasan, imbas menggantung dirinya sendiri" ujar Kanit.

Sementara itu, mendukung usaha penelusuran kasus yang terjadi, Hein (47) salah satu kerabat yang saat ini berada di Kota Bitung, menyatakan jika pada Sabtu pekan lalu, dirinya sempat mendapat telepon dari HR yang mengungkapkan keluh kesahnya.

"Korban menjelaskan dirinya memiliki masalah, yakni melakukan upaya pemerkosaan terhadap anak dibawah umur" ujar Kanit mengulang pernyataan Hein.

Lanjut dinyatakan kanit, HR memang telah mengutarakan niatnya untuk mengakhiri hidup sejak hari yang sama, namun sempat diberikan pengarahan oleh Hein. Bahkan hingga hari senin (11/5) pembicaraan yang sama masih berlanjut, sehingga Saksi (Hein, red) terkejut ketika HR telah gantung diri

“Dari hasil interogasi, pihak kepolisian menyimpulkan jika penyebab HR mengakhiri nyawanya adalah tekanan mental menghadapi sejumlah permasalahan yang tidak bisa ditanggungnya, sehingga memilih jalan pintas bunuh diri sebagai jalan keluarnya, didukung dengan pesan singkat yang ditemukan kepolisian di HP milik HR bertuliskan; MAAF, PAPA ** CUMA MOTITIP PESAN PA NGONI SAUDARA2KU, ITU ASET YANG PAPA ** PUNYA KASE PA *** SAMUA. SELAMAT TINGGAL SAU2DARAKU SALAM MANIS SEMUANYA,” kunci Kanit.

Sekadar informasi, sekira pukul 14.00 WITA. Proses Indentifikasi selesai dan korban telah diserahkan kepada Pihak keluarga untuk selanjutnya di bawa menuju Kelurahan Apengsembeka, Kecamatan Tahuna dengan mobil Ambulance milik Puskesmas Manganitu. (wan/jen)

Kirim Komentar