09 Apr 2020 19:52
Warning Bagi Masyarakat untuk Taat Anjuran Pemerintah

Status Jadi PDP, 1 Warga Tomohon Reaktif Covid-19 Dirawat di RS

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOST.ID- 1 dari 2 orang warga Tomohon yang terindikasi reaktif dari hasil rapid test kemarin, kini dirawat di rumah sakit (RS). Hal ini diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kota Tomohon Yelly Potuh.

Kata dia, untuk orang dalam pemantauan (ODP) yang ada di wilayah Tomohon sebanyak 32 orang dan pasien dalam pemantauan (PDP) sebanyak orang.

“PDP saat ini 2 orang. Jadi 1 dari 2 orang yang terindikasi reaktif oleh rapid test kemarin kini dirawat di rumah sakit sehingga yang bersangkutan saat ini resmi menjadi PDP,” terangnya. 

Kata dia, data yang ada sekira 660 warga Tomohon pelaku perjalanan dinyatakan selesai dalam pemantauan dan baik-baik saja. “Data kami menunjukan terkonfirmasi pelaku perjalanan sebanyak 1102 orang dan sebanyak 660 orang selesai dilakukan pemantauan,” ucap dia.

Dia melanjutkan sampai sekarang masih terus melakukan tracing terhadap masyarakat yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19 warga Tomohon yang sudah meninggal.

“Untuk sementara kami melakukan tracing terhadap masyarakat dan tenaga medis yang terindikasi kontak erat dari pasien positif meninggal itu. Datanya, kalau kemarin kami mendeteksi sebanyak 97 orang, hari ini menjadi 114 orang,” timpanya.

Lanjutnya, proses rapid test hingga kemarin sudah dilakukan kepada  27 petugas kesehatan dan 87 masyarakat. “Itu sudah dilakukan dengan hasil rapid hanya 2 yang reaktif dan lainnya masih non reaktif,” jelas dia.

Kepada kedua orang ini dia menambahkan akan dilanjutkan dengan swab test. “Masih akan dilakukan lagi rapid test, tapi akan berlangsung 10 hari setelah rapid pertama dilakukan. Sekali lagi rapid test ini hanya diprioritaskan kepada mereka yang memiliki kontak erat  dari pasien,” ujarnya.

Dia mengingatkan agar masyarakat yang sudah dihubungi yang terdata berkontak erat. Untuk tetap tenang dan tidak panik serta kooperatif. “Mari lakukan rapid test lewat dinas kesehatan ataupun puskesmas setempat. Pastinya akan diberikan jadwal pemeriksaan,” tukas dia.

Terpisah Daniel Karundeng salah satu warga Kamasi Tomohon mengaku dengan data ini masyarakat perlu lebih berhati-hati lagi. “Saya secara pribadi menganjurkan keluarga untuk tetap dirumah, kegiatan bersosial pun kami batasi,” ungkapnya. 

Dia mengaku kuatir dengan keadaan yang terjadi sampai saat ini. “Ini menjadi tanda awas bagi kita. Jadi peringatan juga untuk terus mengikuti anjuran pemerintah. Jangan ‘pandang enteng’ demi kesehatan bersama,” tandasnya. (Asyer Rokot)

Kirim Komentar