08 Apr 2020 23:22

27 Warga Tomohon Rapid Test, 2 Terindikasi Covid-19

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOST.ID- Dua warga Kota Tomohon, terkonfirmasi positif terjangkit Corona Virus Disease (Covid-19). Satu pasien sementara dirawat di rumah sakit, sementara satu lainnya meninggal dunia.

Dinas Kesehatan Tomohon diketahui telah melakukan tracking dengan pasien positif Covid-19 tersebut, jumlahnya 94 orang. Rinciannya, 27 petugas kesehatan dan 67 orang masyarakat.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tomohon Yelly Potuh menuturkan, sudah dilakukan rapid test pada 27 orang. Hasilnya, dua orang terindikasi Covid-19. “Akan dilaksanakan pemeriksaan lanjutan melalui swab test,” jelasnya.

Kata dia, meski saat ini masih 70 orang yang belum di-rapid test namun tracking sementara masih dan akan terus berlanjut. "Kepada mereka diharapkan kooperatif untuk bersedia dengan kerelaan sendiri dilakukan rapid oleh pemerintah," ucapnya.

Lanjutnya, hasil positif yang didapat di rapid test belum pasti sama dengan hasil swab yang biasanya menjadi dasar menentukan seseorang itu sebagai positif Covid-19.

"Jadi, mereka berdua akan kita lakukan Swab lagi. hasilnya kita tunggu 1 sampai 2 minggu ke depan, ini yang akan menjadi dasar nanti pemerintah mengeluarkan statement apabila bersangkutan positif ataupun negatif," imbuhnya.

Dia menambahkan mereka yang di tracking untuk melakukan rapid test, adalah masyarakat yang terkonfirmasi dan teridentifikasi melakukan kontak langsung dengan positif Covid-19 Tomohon yang sudah meninggal. "Proses masih berjalan. Jumlah orang yang di-rapid ini masih ada kemungkinan bertambah," tukas dia.

Terkait kedua orang ini lanjutnya, saat ini dilakukan karantina mandiri di rumah masing-masing. "Untuk sementara mereka dikarantina mandiri sambil dipantau karena memang dalam kondisi sehat dan belum bergejala. Mereka ini baru masuk ODP, PDP pun belum," imbuhnya.

Dia menambahkan, karantina mandiri berbeda dengan isolasi mandiri di rumah. Sebab proses karantina artinya yang bersangkutan di rumah pun dilarang bertemu dengan anggota keluarga. "Aktivitasnya hanya di dalam kamar saja. Apabila memang keadaan memburuk, tentu akan kami berlakukan langkah-langkah lainnya yang dibutuhkan," timpanya. 

Dia mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak panik dan tetap tenang dengan upaya yang dilakukan pemerintah sambil tetap berdiam diri di rumah. "Maklumat pak wali cukup keras untuk menegaskan supaya masyarakat meningkatkan rasa patuh untuk tetap dirumah saja, kami akan sangat terbuka kepada masyarakat terkait perkembangan kedepan," tandasnya. (asr)

Kirim Komentar