01 Apr 2020 10:11

OD Perketat Akses di Perbatasan Sulut

MyPassion
Olly Dondokambey

MANADOPOST.ID--Pasien positif Covid-19 atau virus corona di Provinsi Sulawesi Utara, hingga Selasa (31/3) kemarin, tak ada penambahan. Tetap dua orang. Meski begitu, Pemerintah Provinsi Sulut terus lakukan langkah pencegahan, penanganan beredarnya virus corona ini.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) pun mengambil sejumlah kebijakan. Di antaranya selaku Ketua Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS), dalam rapat melalui video teleconference dengan gubernur se-Sulawesi, menekankan pada pembatasan pergerakan orang antar wilayah. Meski begitu, politikus PDI Perjuangan ini memastikan tak ada lockdown dalam pembicaraan tersebut.

“Dalam rapat itu Pemprov se-Sulawesi sepakat mengusulkan memperketat pengawasan lalu lintas kendaraan di sejumlah titik perlintasan. Yaitu Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Gorontalo, Provinsi Gorontalo dengan Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Sulawesi Tengah dengan Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Barat dan Provinsi Sulawesi Tenggara, serta Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Kebijakan itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” beber politikus PDI Perjuangan ini.

Kebijakan konkrit pun dihasilkan. "Di titik perbatasan tersebut dipasang portal dan ditempatkan petugas kesehatan dan pengamanan. Mereka melakukan pemeriksaan awal kesehatan pelintas wilayah dan yang mengatur buka dan tutup jalur. Jalan dibuka pada pukul 06.00 Wita hingga 18.00 Wita setiap hari. Untuk menghindari penumpukan kendaraan, pengendara dapat menyesuaikan perjalanan dengan jadwal tersebut. Jadwal akan dipasang di titik-titik perbatasan," jelasnya.

Pemprov se-Sulawesi juga disampaikan OD, sepakat berkonsultasi dan mengajukan permohonan ke Kementerian Perhubungan RI. Agar mengurangi atau membatasi frekuensi penerbangan menuju ke masing-masing wilayah di Sulawesi. Serta memperketat pengawasan terhadap lalu lintas laut. "Kita juga sepakat senantiasa melakukan sosialisasi pada seluruh warganya. Agar tidak melakukan mudik untuk berlebaran di luar wilayahnya," imbuhnya.

Tak hanya sampai di situ, Pemprov se-Sulawesi akan mengusulkan ke pemerintah pusat segera memasukkan penganggaran percepatan penanganan Covid-19 melalui APBDP 2020. “Kemudian diketahui, persoalan yang umum dihadapi dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Sulawesi adalah keterbatasan tenaga dan Alat Pelindung Diri (APD) juga dana operasional," tuturnya.

OD mengatakan, dalam rapat bersama tersebut dibahas juga proses uji laboratorium terhadap sampel darah yang harus dipercepat. “Saat ini masih dilakukan di Jakarta. Kita usulkan Laboratorium Kesehatan di Makassar ditetapkan sebagai laboratorium rujukan untuk wilayah Sulawesi. Selain itu, Polri dan TNI tetap memantau kerumunan massa dan memberikan pengertian terkait maklumat yang telah dikeluarkan Kapolri," bebernya.

Kemudian, menindaklanjuti Keppres Nomor 9 Tahun 2020 tentang perubahan atas Keppres Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 di Lingkungan Pemda, OD langsung bergerak. Petunjuk yang mengatur kewenangan daerah memberikan bantuan sosial bagi kelompok masyarakat dengan penghasilan rendah yang terdampak corona, diimplementasi gubernur.

Selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulut, OD didampingi jajaran Forkopimda, Wakil Gubernur Steven Kandouw dan Sekprov Edwin Silangen melakukan rapat lewat video teleconference dengan bupati dan wali kota se-Sulut.

Olly memberikan arahan pada bupati dan wali kota yang juga ketua gugus tugas di kabupaten dan kota memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. Adapun bantuan tersebut dapat bersumber dari refocusing kegiatan, realokasi anggaran sebagaimana amanat Inpres Nomor 4 Tahun 2020 tentang penanganan covid-19.

Selain itu, anggaran Pilkada 2020 yang bakal ditunda pelaksanaannya karena pandemi corona, rencananya dapat direalokasikan untuk menangani pandemi corona. Termasuk memberikan bantuan sembako untuk masyarakat yang membutuhkan. “Provinsi dan kabupaten/kota bisa siapkan dana untuk bersama-sama menangani corona di Sulut,” kata Olly usai mengikuti video teleconference.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Sulut ini juga meminta masyarakat menunda mudik jelang Lebaran 2020 di tengah pandemi Corona. Sebab, Covid-19 berpotensi menyebar lebih luas, apabila terjadi pergerakan masyarakat dari satu kota ke kota lain. “Kita harus sama-sama mencegah penyebaran ini. Kesepakatan bersama, semua kepala daerah mengimbau nanti masuk bulan puasa, kalau boleh jangan dulu mudik,” tandas Olly.

Senada disampaikan Kapolda Sulut Irjen Pol Royke Lumowa. "Untuk perbatasan sudah dilakukan hampir 1 minggu lalu. Tutup jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Logistik sembako bebas, hanya orang yang dibatasi," terangnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Daerah Sulut Steven Dandel kembali mengupdate perkembangan Covid-19 di bumi Nyiur Melambai. Dalam konferensi pers, Selasa (31/3) malam, Dandel mengatakan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 361, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 18 orang, ketambahan satu orang. Sementara pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dua orang.

"Kita dari hari Minggu mendapatkan notifikasi ada satu PDP di salah satu sampelnya, teridentifikasi unsur genetik dari SARS-Cov-2 atau nama virus yang menyebabkan Covid-19 ini. Nah, ada langkah yang dilakukan laboratorium memeriksa ini. Prosesnya membutuhkan waktu lama. Masih ada 28 kasus dalam proses verifikasi. Jadi belum bisa dimasukkan dalam Sulut, karena masih diverifikasi. Ada proses berjalan, kita tidak bisa katakan sudah positif SARS-Cov-2," terangnya.

Dandel mengatakan, satu pasien yang teridentifikasi tersebut murni PDP dan bukan kontak erat. "PDP itu murni. Dia baru selesai melakukan perjalanan keluar negeri. Dia juga Warga Negara Indonesia (WNI). Tapi nanti setelah pemeriksaan selesai dari Kementerian Kesehatan, akan kita umumkan. Karena statusnya saat ini baru verifikasi. Jangan sampai kita gegabah dan nantinya komponen genetiknya tidak terdeteksi sempurna. Dan saat ini berada di RSUP Prof Kandou," tandasnya.

Sementara itu, Pemprov Sulut melakukan pemasangan bilik sterilisasi (disinfection chamber) di sejumlah pasar tradisional. Kemarin mulai dipasang di Pasar Karombasan, Pasar Bersehati dan Pasar Tuminting Manado. Sarana ini merupakan langkah antisipatif terhadap penularan virus corona yang sedang mewabah di Indonesia dan menjadi pandemi di dunia. Setiap pasar nantinya dipasang dua bilik. Sehingga total enam unit bilik sterilisasi dipasang di tiga pasar tersebut. Pemprov Sulut juga akan memasang bilik sterilisasi di lokasi lainnya.

Dalam pendistribusian kemarin, Asisten I Edison Humiang turut didampingi Karo Umum Clay June Dondokambey, perwakilan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular Ronald Wenas, unsur Dinas Kesehatan dan Sat Pol PP.(ctr-02/ewa/gnr)

Kirim Komentar