01 Apr 2020 13:35

Diouf Tambah Deretan Tokoh Sepakbola yang Meninggal Akibat Corona

MyPassion
Pape Diouf.

MANADOPOST.ID-Kabar duka datang dari dunia sepakbola Prancis dan Senegal. Mantan presiden klub raksasa Ligue 1, Marseille, Pape Diouf meninggal dunia karena terinfeksi Virus Corona.    Diouf rencananya meninggalkan Dakar ke Nice, Prancis pada hari Selasa untuk mendapat perawatan intensif karena COVID-19.

Tetapi pesawat belum sempat take off, pria 68 tahun itu sudah menghembuskan nafas terakhirnya.  Pape Diouf meninggal dalam usia 68 tahun setelah tertular virus corona, kata satu sumber keluarga kepada AFP, Selasa.  Diouf, yang lahir di Chad memiliki kewarganegaraan Prancis dan Senegal, memimpin Marseille antara 2005-2009 dan membantu membangun tim yang mengangkat gelar Ligue 1 pada 2010. Kala itu, Diouf sudah digantikan Jean-Claude Dassier.  Akun twitter resmi Marseille menyampaikan kabar duka tentang mantan petingginya itu.   

Diouf diketahui merupakan seorang jurnalis dan agen sepakbola sebelum mengambil alih kursi presiden di Stade Velodrome.  Selama masa kepemimpinannya, Marseille secara konsisten di dekat puncak klasemen Ligue 1, meskipun mereka tidak pernah meraih gelar liga.

Hasil akhir tertinggi mereka selama kepresidenan Diouf adalah berada di urutan kedua dan terendah mereka di urutan kelima.  Diouf mewakili beberapa nama besar di dunia sepakbola sebagai agen, termasuk Joseph-Antoine Bell, Marcel Desailly, Basile Boli, William Gallas, Samir Nasri dan Didier Drogba. 

Hubungannya dengan Marseille tumbuh ketika pemain yang diwakilinya, seperti Desailly, Gallas, Nasri dan Drogba semuanya bermain untuk tim Ligue 1.  Itu akhirnya menyebabkan Diouf diangkat menjadi presiden Marseille pada Januari 2005 menggantikan Christophe Bouchet. 

Kepergian  Diouf menambah  deretan tokoh sepak bola yang meninggal akibat Covid-19. Sebelumnya mantan Presiden Real Madrid Lorenzo Sanz, Benito Joanet, Elham Sheikhi, Andrea Micheli, dan pelatih Atletico Portada Alta Francisco Garcia tewas akibat virus yang berasal dari Wuhan Tiongkok tersebut.(.pojoksatu)

Kirim Komentar