26 Mar 2020 11:29

Status Siaga Darurat di Sulut Potensi Diperpanjang

MyPassion
Gubernur Sulut Olly Dondokambey, belum lama ini meiakukan video conference dengan Presiden RI Joko Widodo, terkait kondisi daerah dalam penanganan Covid-19.

MANADOPOST.ID--Belum lama ini, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD), telah mengeluarkan Surat Keputusan 97/2020 dengan memperpanjang status siaga darurat penanganan Covid-19 di Bumi Nyiur Melambai.

Melalui surat tersebut, penetapan status siaga darurat berlangsung selama 75 hari, terhitung sejak 16 Maret hingga 29 Mei 2020. Namun dalam wawancara belum lama ini, OD menegaskan, surat keputusan tersebut bisa kembali diperpanjang selama dua minggu.

"Siaga darurat ini bisa kita perpanjangan selama dua Minggu lagi. Tergantung bagaimana kondisi daerah. Jika perkembangan Covid-19 terus terjadi, maka akan kita perpanjangan lagi. Siaga darurat ini untuk penanganan Covid-19,” tuturnya.

OD mengatakan, telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait penanganan Covid-19. Dirinya juga mengatakan, akan ada perkembangan terbaru terkait status tersebut.

"Untuk penyebaran saat ini kita belum bisa pastikan. Nanti lihat dengan pemeriksaan melalui Rapid tes, pasti penyebaran akan diketahui. Melalui pemeriksaan tersebut, bare bisa kita simpulkan untuk status ini. Mau diperpanjang atau diperpendek, tergantung kondisi di lapangan seperti apa," jelasnya.

Siaga darurat ini ditegaskan OD, tidak memiliki konsekuensi pada masyarakat. Pasalnya dinilai OD, siaga ini hanya untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) agar masuk kantor secara bertahap, juga untuk sekolah-sekolah untuk belajar dari rumah.

"Kita perpanjangan untuk hal-hal seperti itu. Juga tidak boleh berkerumun. Jadiini bukan lockdown. Perpanjangan libur dengan lockdown ini berbeda, harus tangkap ini. Jangan salah artikan. Konsekuensi ya, semua dari rumah," terangnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Pemprov Sulut, Steven Dandel mengatakan, status tanggap darurat tersebut lebih tinggi dari Kondisi Luar Biasa (ICLB). Sehingga, penanganan Covid-19 akan lebih ekstra dan intens dibandingkan KLB.

"Status tanggap darurat ini telah kita lakukan dari 16 Maret lalu. Dan status ini sudah paling tertinggi dalam penanganan. Sama seperti penanganan bencana, kalau sudah siaga darurat berarti penanganannya sudah lebih dari status ICLB," tandasnya. (ewa/tan)

Kirim Komentar