26 Mar 2020 10:42

Petugas di Manado Bubarkan Resepsi Pernikahan

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOST.ID--Upaya pemerintah dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19, terus dilakukan. Pemerintah Kota Manado tegas memberlakukan social distancing. Termasuk melarang kegiatan apapun yang mengumpulkan banyak orang.

Rabu (25/3) kemarin, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) membubarkan pesta tukar cincin di salah satu restoranbesar di wilayah Bahu, Kota Manado. Kepala Satpol-PP Yohanis Waworuntu mengatakan, sesuai instruksi Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut, tidak boleh ada acara yang mengumpulkan banyak massa.

"Ini dilakukan pemerintah Kota Manado untuk memutus mata rantai Covid-19," ujarnya. Menurutnya, SatPol-PP telah membubarkan pesta tukar cincin ini dengan tindakan persuasifdan humanis.

"Namun karena menghormati ibadah yang sedang berlangsung, maka pembubaran dilakukan setelah ibadah selesai dan telah kami tegaskan tidak ada acara resepsi atau makan-makan," ujarnya. Lanjutnya, petugas Satpol-PP membantu membereskan kursi-kursi yang telah tertata.

"Kami juga telah menegur pihak restoran dengan keras karena sudah kami peringatkan secara persuasif, tetapi tetap melaksanakan dengan alasan dipaksa keluarga pemesan. Kami peringatkan jangan ada acara serupa ke depan," tegasnya. Dia juga menyebutkan, pihaknya rutin patroli untuk membubarkan kerumunan massa baik di tempat umum, kafe, restoran, rumah kopi.

"Kami meminta wajib terapkan sosial distancing untuk pencegahan Covid-19. Kalau ada yang tidak perlu tidak usah keluar rumah dan nongkrong di tempat umum," ujarnya. Dia juga meminta untuk sementara tidak ada kegiatan perkawinan, hari ulang tahun atau acara lainnya yang menghadirkan banyak orang.

"Kalau ada laporan seperti akan kami bubarkan," pungkasnya. Pembubaran kerumunan massa juga dilakukan Kepolisian Sektor Tikala Manado. Resepsi pernikahan di Kecamatan Tikala, terpaksa bubarkan. Kapolsek Tikala AKP Bartolomeus Dambe dan camat setempat langsung mendatangi lokasi acara. Keduanya menjelaskan kepada tuan rumah pesta mengenai instruksi kapolri terkait larangan acara yang mengumpulkan masa serta bahayanya virus corona bila di tengah keramaian. Tuan rumah pun akhirnya bersedia membatalkan resepsi pernikahan tersebut.

"Terima kasih atas pengertian tuan rumah yang sudah menerima penjelasan kami, sehingga resepsi ini dibatalkan," terang Bartolomeus, Rabu (25/3). Kata dia, keluarga maklum atas kondisi yang sedang merebak di sejumlah negara ini. Temp at resepsi pun langsung dibongkar. Dia menegaskan instruksi kapolri juga merupakan imbauan presiden yang perlu ditaati seluruh warga Indonesia. "Keputus an ini pastinya untuk kebaikan bersama dalam memutus rantai penyebaran virus tersebut," tuturnya. (ite/gnr)

Kirim Komentar