23 Mar 2020 05:23

PENANGGULANGAN VIRUS COVID 19 ANTARA HAK DAN KEWAJIBAN

MyPassion

Oleh: Toar Palilingan 

SEJAK pengumuman resmi dari pemerintah pada tanggal 2 Maret 2020 terkait  2 (dua) orang Indonesia  yang positif terjangkit Virus Corona Covid 19 , berbagai fenomena tampak dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia pada umumnya dan Manado pada khususnya.

Penyebaran Virus Corona Covid 19 di berbagai negara yang diliput oleh berbagai media menyebabkan kekhawtiran dan keresahan masyarakat. Hal ini merupakan respon yang sangat manusiawi, semua manusia menginginkan kesehatan dan keselamatan sehingga ketika sebuah keadaan terjadi dan mengancam maka sangat wajar apabila hal tersebut menimbulkan kekhawatiran.

Menurut data yang dikumpulkan oleh John Hopkins University per Sabtu (21/3/2020) pagi, jumlah total kasus virus corona Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 271.629 kasus. Dari kasus-kasus tersebut, terjadi 11.282 kematian dengan 87.403 pasien sembuh.

Penyebaran Virus Corona Covid 19 di Indonesia  sangat cepat dan sangat meresahkan. Dalam waktu tidak sampai 1 bulan, ratusan orang telah positif dinyatakan terinfeksi dengan virus ini. Berbagai istilah kemudian dikenal seiring dengan upaya menghentikan penyebaran virus ini yaitu Orang dalam pemantauan (ODP), Pasien dalam Pengawasan (PDP), Social distancing, Isolasi mandiri, Karantina, Work From Home (WFH),  Imported Case, Local transmission, Lockdown dan rapid test.

Dalam aspek regulasi, pada dasarnya terdapat beberapa peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang wabah penyakit menular antara lain UU No. 4 Tahun 1984 yang menegaskan pemerintah bertanggung jawab melaksanakan upaya penanggulangan wabah. Langkah yang perlu dilakukan yaitu penyelidikan epidemiologis; pemeriksaan, pengobatan, perawatan, dan isolasi penderita, termasuk tindakan karantina; pencegahan dan pengebalan; pemusnahan penyebab penyakit; penanganan jenazah akibat wabah; penyuluhan kepada masyarakat; dan upaya penanggulangan lainnya berikut dalam, PP No.40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular menjelaskan tindakan penyelidikan epidemiologis dilakukan melalui tahapan kegiatan.

Pertama, pengumpulan data kesakitan dan kematian penduduk. Kedua, pemeriksaan klinis, fisik, laboratorium dan penegakan diagnosis. Ketiga, pengamatan terhadap penduduk pemeriksaan terhadap makhluk hidup lain dan benda-benda yang ada di suatu wilayah yang diduga mengandung penyebab penyakit wabah.

Kemudian Peraturan Menteri Kesehatan No. 1501 Tahun 2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan juga menegaskan tentang peran pemerintah untuk melakukan penelusuran aktif terhadap wabah. Peraturan teknis ini menetapkan juga berbagai jenis penyakit menular yang dapat menimbulkan wabah.

Di samping ketentuan diatas Undang- Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, memposisikan tanggung jawab Pemerintah dalam menghadapai keadaan saat ini untuk itu
Pemerintah sedang melakukan  berbagai upaya,cara dan kebijakan untuk mengatasi penyebaran virus ini baik dengan tindakan Social Distancing di bidang pendidikan bahkan instansi kantor-kantor 'work from home'  bahkan sudah hampir meliputisegala bidang/aspek kehidupan juga telah memberlakukan pembatasan lintas negara pergerakan manusia terkait penyebaran Virus Corona dengan menerbitkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Bebas Visa Kunjungan, Visa Kunjungan Saat Kedatangan (Visa On Arrival) dan Pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa bagi Warga Negara RRT, Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 tentang Pemberian Visa dan izin Tinggal dalam Upaya Pencegahan  Masuknya Virus Corona (covid19), Maklumat Kapolri Jendral Idham Azis lewat Mak/2/III/2020 Tanggal 19 Maret 2020 untuk menindak tegas bilamana ditemukan kerumunan orang dan terakhir sikap Pemerintah Republik Indonesia melakukan pembatasan terhadap perlintasan orang dari dan ke Indonesia yang akan berlaku mulai berlaku pada hari Jumat tanggal 20 Maret pukul 00.00 WIB.

WHO pun memberikan rekomendasi spesifik kepada Indonesia dalam penanganan penyebaran virus Corona Covid 19 yaitu:
Pertama, aktivasi emergensi nasional dan membentuk Tim Khusus yang memiliki kewenangan mengambil keputusan berbasis bukti-bukti.

Kedua, memperluas deteksi kasus secara intensif serta pelacakan kontak untuk mengetahui secara pasti di wilayah Indonesia mana saja yang terjadi penularan aktif;

Ketiga, mendorong desentralisasi kapasitas laboratorium terutama pada laboratorium yang mempunyai kapasitas serta meningkatkan kapasitas lab yang ada.

Keempat, mengumumkan kasus terkonfirmasi dan menyampaikan perincian pelacakan kontak segera kepada WHO agar dapat di analisa dan memberikan advise kepada pemerintah;

Kelima opsi containment antara lain: meliburkan sekolah;  membatalkan pertemuan dalam jumlah besar; menghindari perjalanan ke tempat umum;

Keenam mempromosikan dan menjaga jarak ketika bersosialisasi tidak boleh berjabat tangan, mencium atau memeluk dan langkah-langkah perlindungan dasar lain (mencuci tangan dan masker). 

Ketujuh menyarankan orang yang menunjukkan gejala pernapasan untuk tetap tinggal di rumah, mengisolasi diri, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Kedelapan menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam jumlah besar di 132 RS rujukan. Sarana dan prasarana ini meliputi stok Alat Pelindung Diri, ventilator, respirator, dan bahan dan sarpras medis lainnya. Selain itu perlu kantong-kantong mayat dan tata cara pemakaman yang aman untuk setiap orang yang meninggal akibat infeksi saluran pernapasan.

Virus ini merupakan jenis virus yang baru sehingga sifat khas dari virus ini memang belum diketahui secara pasti sehingga pemahaman tentang penanggulangannya pun hanya didasarkan pada pemehaman mendasar terkait cara penanggulangan inveksi virus pada umumnya. Pada awalnya, dalam pemberitaan disebutkan bahwa masa inkubasi virus tersebut adalah 14 hari dengan gejala antara lain batuk, flu, radang tenggorokan, demam, sesak nafas namun seiring perkembangan ternyata terdapat pula kasus di mana yang terinfeksi virus tersebut tidak menunjuukkan gejala sama sekali. Berbagai kondisi yang timbul saat ini telah menyebabkan keresahan yang sangat meluas di masyarakat dan menimbulkan banyaknya fenomena-fenomena yang perlu untuk diatasi antara lain  penyebaran hoax terkait virus corona yang semakin menambah keresahan masyarakat.

Beberapa hoax yang beredar antara lain yang berkaitan dengan ramuan-ramuan tertentu yang dapat mengobati corona  maupun hoax yang mengakibatkan diserbunya sembako serta kebutuhan harian lainnya hal ini merupakan 
bentuk kegelisahan  masyarakat terhadap virus ini  dan kondisi ini benar-benar membutuhkan penanganan yang luar biasa dari pemerintah. Pola penyebaran virus tersebut yang sangat cepat dan memiliki pola yang mirip dengan 'multilevel' di mana satu orang dapat menyebarkan ke dua orang, dua orang ke empat orang, empat orang ke delapan orang demikian seterusnya sehingga pola deret dalam penyebarannya membutuhkan upaya untuk memutus rantai penyebarannya.

Salah satu upaya yang ditempuh saat ini adalah dengan meminta kesadaran setiap orang untuk ikut memutus penyebaran virus tersebut melalui isolasi mandiri bagi mereka yang baru saja berpergian dari tempat-tempat yang rentan untuk penyebaran virus. Kesadaran setiap orang pada dasarnya sangat dibutuhkan namun  hal tersebut akan menjadi sulit untuk dilaksanakan apabila masyarakat belum sepenuhnya menempatkan upaya memutus rantai penyebaran virus sebagai sebuah bentuk KEWAJIBAN yang sekaligus menjadi HAK dari orang lain, demikian pula sebaliknya menjadi KEWAJIBAN orang lain dan menjadi HAK bagi dirinya.  Tanpa adanya kesadaran untuk menempatkan  upaya memutus rantai penyebaran virus corona (Covid19) sebagai sebuah Hak dan Kewajiban maka upaya pemerintah tidak akan mampu mencapai titik optimal. Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama semua pihak untuk dapat menghentikan rantai penyebaran virus tersebut, setiap individu memiliki Hak untuk mendapatkan perlindungan kesehatan dan pada saat yang sama memiliki Kewajiban untuk membantu terwujudnya perlindungan bagi individu lainnya.

Kasus luar biasa ini seyogianya dimaknai pula secara luarbiasa dengan menempatkan sebagai sebuah ujian untuk banyak hal bagi kita semua bahkan dalam kondisi inilah,  makna Persatuan dan Kesatuan yang selama ini kita dengung-dengungkan menghadapi ujian berat dan dalam kondisi ini kita harus menyadari sepenuhnya bahwa musuh kita bukan hanya ancaman kejahatan  bersifat transnasional saja tetapi termasuk penyebaran penyakit yang mengancam jiwa seluruh masyarakat Indonesia. Semoga kita semua diberi kekuatan dan kesehatan oleh Tuhan yang maha kuasa sehingga mampu melewati peristiwa ini dengan baik.(*)

Kirim Komentar