18 Mar 2020 20:53

Rohaniwan Imbau Masyarakat Waspada

MyPassion
Ilustrasi Virus Korona (Dok.MP)

MANADOPOST.ID — Sekretaris BPMS GMIM Pdt Evert Tangel MTh menegaskan, imbauan dari BPMS agar kontak langsung antar sesama jemaat dalam ibadah, perlu dilakukan dengan lebih aman. Agar penularan virus corona bisa dihentikan.

Katanya selain hindari kontak fisik, jemaat harus memperhatikan kesehatan serta kebersihan lingkungan dan mengikuti instruksi pemerintah terkait pencegahan virus corona.

“Saya harap warga GMIM menanggapi serius ancaman ini. Tapi tidak perlu panik. Mari kita berdoa, menghindari pertemuan umum di lingkungan gereja, baik di jemaat, wilayah maupun sinode, kecuali ibadah-ibadah rutin,” pungkasnya.

Di tempat lain, Ketua BPMW Manado Tenggara Pdt Jefry Saisab, menyebutkan, imbauan yang dikeluarkan BPMS, karena ada satu orang warga Sulut yang terkena Corona. Ini langka antisipatif. “Warga jemaat jangan takut dengan Virus corona. Jangan panik. Yang bahaya itu bukan virus corana, tapi yaitu virus karlota yang menyebarkan fitnah dan hoax," ujarnya.

Dia juga meminta warga gereja jangan takut untuk beribadah setelah di Sulut ada yang positif Corona. Percayakan semua kepada Tuhan Yesus. Dengan begitu kita akan diberikan perlindungan. "Harus rajin beribadah. Virus Corona jangan membuat kita takut beribadah. Ini harus membuat iman kita tetap teguh untuk beribadah kepada Tuhan," ujarnya. Dia juga menambahkan, BPMS GMIM juga mengimbau selesai ibadah semua kursi dan meja disemprot desinfektan, agar tidak menempel virus. "Jemaat tetap jaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan," pungkasnya.

Sementara itu, dilansir dari CNNIndonesia, Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengimbau agar warga mengurangi aktvitas di masjid. Imbauan ini disampaikan demi mencegah penularan Covid-19. "Intinya memang kumpul-kumpul itu harus dikurangi," kata Kepala Departemen Antar Lembaga DMI, Husain Abdullah. Namun begitu, menurut dia, sejauh ini, DMI baru mengimbau kepada jemaah yang mengalami sakit flu, demam, agar tidak ke masjid terlebih dulu.

Sementara itu, untuk jemaah yang sehat dan tetap ingin melaksanakan salat berjamaah atau mendatangi kegiatan lainnya, seperti ceramah dan pengajian diimbau untuk membawa sajadah masing-masing. "Jamaah diminta bawa sendiri, sajadah atau alas buat sujud," ungkapnya.

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan fatwa untuk mengurangi aktivitas di dalam masjid untuk pencegahan penularan corona. Wakil Ketua MUI Muhyiddin Junaidi sebelumnya baru mengimbau agar seluruh umat Islam menghindari acara yang dihadiri banyak orang untuk mencegah penularan corona.

Dia juga meminta agar tidak ada pihak yang menghelat acara tabligh akbar untuk sementara. Kalau pun ingin tetap menggelar tabligh akbar, sebaiknya mereka harus mendapat izin dari Dinas Kesehatan setempat.

Menteri Agama Fachrul Razi juga telah mengimbau agar umat beragama menghindari berada terlalu lama berkumpul di rumah ibadah. "Salah satu upaya yang bisa dilakukan, menghindari kontak atau sentuhan langsung. Umat juga diimbau tidak terlalu lama berkumpul di rumah ibadah," kata Fachrul seperti dikutip dari situs resmi Kemenag.

Ia juga mengimbau agar warga tidak memaksakan diri hadir di rumah ibadah jika merasa tidak sehat. "Jika ada yang merasa kurang sehat atau kondisi tubuh sedang tidak fit, diimbau tidak datang ke rumah ibadah dan madrasah, demi kepentingan sendiri dan warga lainnya," tandasnya.(cnn/ewa/ite/gnr)

Kirim Komentar