18 Mar 2020 20:23

Cegah Pangan Menipis, Dinas Pangan Sulut Siapkan Cadangan

MyPassion
Ilustras tangkal Virus Korona (Dok.MP)

MANADOPOST.ID - Adanya kasus Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara, membuat masyarakat berbondong-bondong membeli masker dan hand sanitizer. Bukan hanya itu, masyarakat juga mulai melakukan pembelian jumlah besar terhadap kebutuhan pangan.

Ditegaskan Kepala Dinas Pangan Daerah Sulut Sandra Moniaga, jika kebutuhan pangan Sulut saat ini masih aman dan terkendali.

“Masyarakat tidak perlu takut, jangan melakukan pemborongan pangan. Karena stok pangan kita sesuai data dari petani, masih sangat mencukupi. Malahan melebihi selama kebutuhan masyarakat untuk satu bulan kedepan. Jadi masyarakat tetap tenang. Jangan panik dengan isu-isu ini. Jangan termakan hoax bahwa kebutuhan pangan mulai habis. Akan tetap dipantau secara maksimal," imbuhnya.

Moniaga menuturkan, jika stok pangan menipis, makan cadangan pangan milik Pemprov Sulut yang ada di Bulog akan dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Stok cadangan pangan pemerintah yang ada di gudang Bulog, sebanyak 212 ton. Kota juga bisa keluarkan itu untuk kabupaten/kota jika memang stok menipis. Asalkan memang benar-benar ada permintaan dari kabupaten/kota yang mengalami kurang pangan. Tapi pemerintah setempat harus mengecek jangan-jangan ada penimbunan bahan pangan sehingga kondisi jadi genting," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Edwin Kindangen mengatakan, Stok kebutuhan bahan pokok termasuk beras di Sulut masih aman sehingga belanja secara berlebihan yang dilakukan oleh masyarakat dinilai tidak perlu dilakukan. Hal ini diungkapkan. “Saat ini stok beras kita melimpah masih sangat banyak. Data kami mencatat tersedia sekira 60.450 ton dengan estimasi konsumsi perbulannya 28.600 ton per bulan jadi masih tahan sekira 3 hingga 5 bulan kedepan,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, saat ini minyak goreng masih tersedia sekira 24.850 ton untuk konsumsi selama tiga bulan kedepan. “Demikian dengan tepung terigu, daging sapi, dan daging ayam,” jelasnya.

Sementara dia menambahkan untuk stok bawang rica dan tomat yang biasa menyebabkan inflasi di Sulut saat ini pun masih cukup banyak. “Ada saat ini stok yang cukup 1 hingga 2 minggu kedepan. Namun kami memastikan setiap saat stok bahan pokok ini akan terus bertambah. Bawang merah minggu ini akan masuk 7 truk dengan total 63 ton, begitu juga dengan bawang putih, masuk 4 kontainer dengan total 60 ton, jadi masyarakat tak perlu kuatir,” imbuhnya.

Hanya dia mengaku saat ini stok yang kurang adalah gula pasir. Namun untuk minggu ini ada rencana masuk 313 ton gula melalui para distributor. “Masyarakat tak perlu panik, kekurangan ini bukan hanya terjadi di Sulut namun berlaku nasional. Yang pasti kami akan terus berupaya bekerjasama dengan semua pihak untuk menyiapkan seluruh kebutuhan bahan pokok bagi masyarakat,” tandasnya. (ewa/gnr)

Kirim Komentar