16 Mar 2020 12:10

Mahasiswa di Sulut Kuliah Jarak Jauh

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOST.ID--Bahaya penyebaran Covid-19 juga diantisipasi lingkungan perguruan tinggi (PT) di Sulawesi Utara (Sulut). Pimpinan PT meliburkan kegiatan mahasiswa di lingkungan kampus. Perkuliahan dari tatap muka, kini diganti dengan sistem kuliah jarak jauh/online.

 

Yang pertama mengeluarkan edaran yaitu Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Edaran resminya nomor: 2337/UNI12/LL/2020 tertanggal 15 Maret 2020. “Menyikapi pandemi COVID-19, Unsrat mengeluarkan keputusan mulai hari ini (kemarin),” sebut Rektor Unsrat Prof Ellen Kumaat DEA, saat dikonfirmasi Manado Post, Minggu (15/3) siang.

Diketahui isi keputusannya yaitu; untuk mahasiswa D3, S1, S2, S3, Profesi Insinyur, Akutansi, mulai Senin 16 Maret 2020 kegiatan perkuliahan tatap muka akan diganti dengan perkuliahan jarak jauh/daring/e-learning/online/portal unsrat dan media seperti WA, Youtube, FB, Skype, Line, Telegram, GoogleMeet, Google Classroom, mulai Senin 16 Maret sampai 27 Maret, dan dapat diperpanjang dengan pertimbangan keadaan pendemik Covid-10. “Mahasiswa tidak perlu datang ke kampus tapi melakukan kegiatan akademik dalam pembelajaran jarak jauh atau online,” sebut Prof Ellen.

Masing-masing program studi akan mengkoordinasikan dengan dosen penanggung jawab mata kuliah, bentuk pembelajaran yang dapat berupa penugasan mandiri, tugas kepustakaan atau bentuk lainnya. “Perkuliahan tatap muka akan dimulai lagi Senin 30 Maret 2020 mempertimbangkan keadaan Covid,” sambungnya.

Terkait ujian tengah semester (UTS), sesuai kalender akademik dilaksanakan 23-27 Maret 2020, dalam bentuk ujian jarak jauh sesuai edaran ini. Pembimbingan mahasiswa tugas akhir juga dapat dilakukan jarak jauh. Sementara untuk kegiatan semina, ujian PKL/magang, ujian skripsi, tesis, dan disertasi ditunda dan dapat dilaksanakan mulai 30 Maret, setelah pertimbangan kondisi Covid-19. “Program studi agar mempertimbangkan presensi kehadiran mahasiswa yang melakukan kegiatan pembelajaran perkuliahan jarak jauh,” tegasnya.

Untuk mahasiswa profesi dokter spesialis 1 (Sp-1), dokter umum, dokter gigi, ners, akan dikoordinasikan dengan Fakultas Kedokteran dengan rumah sakit jejaring. “Seluruh tenaga pendidik dan kependidikan tetap melaksanakan tugas layanan kegiatan akademik dan non akademik seperti biasanya, dengan memanfaatkan fasilitas online atau jika perlu dapat melakukannya secara langsung di kampus, dengan memanfaatkan protocol Covid-19 yang ditetapkan pemerintah,” tutup Prof Ellen.

Pemberhentian sementara proses perkuliahan di lingkup Kampus juga dilakukan Unima. Hal ini diungkapkan Rektor Unima Prof Julyeta Runtuwene MS, melalui Humas Irwani Maki. “Ya, pihak Unima sudah sepakat memberhentikan sementara proses perkuliahan. Ini juga sesuai edaran Kemendikbud,” beber Maki kepada Manado Post, Minggu (15/3) malam.

Lanjut kata dia, proses perkuliahan disiasati menggunakan sistem online. “Jadi setiap mahasiswa dan dosen diminta agar ada grup WA, agar nanti dosen bisa tetap memberikan pembelajaran bagi mahasiswa," sebutnya. Di sisi lain, keputusan ini ikut didukung Dekan Dr Donal Matheos Ratu MHum. “Edaran resmi ke saya belum ada saat ini. Tapi jika memang sudah ada info pemberhentian sementara belajar di lingkungan kampus sudah ada. Nantinya saya akan sampaikan ke setiap Kaprodi," ungkapnya.

Menurutnya, untuk pembelajaran melalui sistem online, pihak Fakultas Bahasa dan Seni sudah menerapkannya sejak dulu. Jadi dikatakan dia, FBS Unima sudah ada grup-grup WhatsApp (WA) antara dosen dan mahasiswa di setiap program studi. “Kami sejak dulu memang sudah ada grup WA dosen dan mahasiswa untuk mendukung program belajar di era digital saat ini," ujarnya.

Dikatakan Ratu lagi, pemberhentian sementara perkuliahan bukan berarti mahasiswa libur tanpa ada proses belajar mengajar. “Mahasiswa tidak libur, hanya proses belajar mengajar di kampus yang dihentikan. Dosen wajib memberikan pembelajaran atau tugas kepada mahasiswa lewat WA atau sebagainya,” pungkas Ratu.(cw-01/gnr)

Kirim Komentar