14 Mar 2020 03:30

Waspada Virus Corona, Pakai Alat Pelindung Diri

MyPassion
Jean Karundeng

TOMOHON- Virus corona menjadi masalah global yang sangat serius. Di beberapa daerah tengah gencar-gencarnya meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran virus yang sudah membunuh ribuan orang di dunia ini.

Kepala Puskesmas Kakaskasen Kota Tomohon drg Jean Karundeng mengimbau masyarakat semakin berhati-hati dan meningkatkan daya  tahan tubuh. “Mari kita semua semakin berhati-hati. Tingkatkan daya tahan tubuh dan jangan lupa memakai alat pelindung diri (APD) bagi semua petugas medis,” ajaknya.

Kata dia, untuk sementara sebisa mungkin masyarakat agar tidak perlu mendatangi tempat-tempat umum dahulu. “Pengalaman pada beberapa Negara saat ini menerapkan hal yang sama. Italia sekarang sudah diberlakukan system lock down artinya tidak boleh ada yang masuk dan keluar negara Italia,” terangnya.

Dia melanjutkan seperti yang diumumkan WHO beberapa waktu lalu, penderita Covid 19 di Italia saat ini sudah mencapai 10.000 orang. Dan Italia menjadi negara dengan kasus covid 19 terbanyak di luar China.  “Itu karena Italia adalah negara memiliki destinasi wisata yang cukup banyak dibandingkan negara di Eropa lainnya,” imbuhnya.

Menurutnya, pemerintah sebaiknya mengambil tindakan yang lebih serius dalam menghadapi ancaman virus ini. “Seperti yang disampaikan Christina satu-satunya cara adalah mencegah virus ini menyebar. Untuk itu supaya tidak menyebar sebisa mungkin tidak berada ditempat-tempat umum dulu,” imbaunya.

Kata dia, masa inkubasi virus ini adalah 2 minggu dan tidak disertai dengan gejala-gejala yang khas. “Jadi mungkin pemerintah bisa memberlakukan libur selama 2 minggu sehingga bila ada yang sakit baru dibawa ke RS tapi setidak-tidaknya orang yang terinfeksi tidak sempat menyebarkan virus kepada orang banyak. Sehingga otomatis hanya orang serumah saja yang diisolasi,” timpanya.

Dia melanjutkan pemerintah harus berani mengambil risiko untuk melakukan isolasi penduduk selama dua minggu. “Cuma dua minggu. Memang pasti ada harga yang harus dibayar seperti perekonomian akan sedikit tersendat, karena kantor-kantor, sekolah-sekolah, dan kampus diliburkan,” ujarnya.

Tapi lanjutnya akan lebih mahal lagi harga yang harus dibayar apabila keadaan sudah seperti Negara-negara positif korona lainnya seperti di Italia, Korsel, Iran dan sebagainya. “Arab Saudi saja berani menutup tempat suci mereka, Sekarang saja rata-rata tempat wisata baik Bali NTT bahkan hampir semua destinasi wisata di Indonesia bahkan di seluruh dunia sudah merasakan dampaknya,” pungkasnya.(***)

Kirim Komentar