25 Feb 2020 14:22

Lanal Gagalkan Penyeludupan BBM Bersubsidi, Puluhan Galon Minyak Diamankan

MyPassion
91 galon minyak tanah seludupan yang diamankan Lanal Tahuna pekan lalu, di Pelabuhan Nusantara.

MANADOPOST.ID--Lanal Tahuna, berhasil mengamankan minyak tanah bersubsidi, yang akan diseludupkan dari Kabupaten Kepulauan Sangihe, ke Kota Manado. BBM sebanyak 91 galon berukuran 25 liter tersebut, diamankan di Kapal Penumpang KM Barcelona, akhir pekan lalu, di Pelabuhan Nusantara Tahuna

Komandan Lanal Tahuna Kolonel Laut Pelaut (P) Donny Aribowo, mengatakan diamankannya 91 galon tersebut, berdasarkan laporan dari masyarakat yang mencurigai adanya puluhan galon di dalam Kapal Barcelona.

"Iya jadi berdasarkan laporan dari masyarakat tekait adanya dugaan penyelundupan 91 galon minyak tanah di Kapal Barcelona. Tim Second Pleet Quick Respon Lanal Tahuna, langsung mengecek kebenaran informasi tersebut dan ternyata benar minyak tanah tersebut dimuat di Kapal Barcelona," kata Danlanal.

Disentil terkait tumpang tindih kewenangan dengan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Tahuna, menurut Danlanal sejauh ini pihak KUPP tidak keberatan saat barang bukti dibawa untuk diamankan di Lanal. “Kami tetap melakukan koordinasi dengan pihak KUPP bahkan sejauh ini tidak ada yang keberatan,” tuturnya.

Danlanal menegaskan, diamankannya puluhan galon minyak tanah tersebut, diduga kuat merupakan Minyak Tanah bersubsidi.

"Minyak tanah ini saya pikir adalah minyak tanah bersubsidi dari pemerintah untuk masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jadi minyak tanah di Sangihe ini masih disubsidi, dengan harga sekitaran Rp 4000, nah kalau yang tidak bersubsidi bisa mencapai harga Rp 11.000,"ungkapnya.

Terkait hal ini pihaknya juga akan berkordinasi dengan Pemkab khususnya bagian ekonomi Setkab Sangihe. "Saya duga minyak tanah ini akan dibawa ke Manado. Karena perbedaan harga antara Sangihe atau Tahuna dan Manado cukup signifikan. Jadi pastinya akan dibawa ke Manado dan dijual. Karena dengan jumlah sebanyak ini, dipastikan tidak mungkin dipakai untuk kepentingan sendiri. Atas dasar hal tersebut kita putuskan untuk diamankan ke Lanal Tahuna, dan kami sempat membawa ABK bagian Palka untuk dimintai keterangan namun dia tidak tahu soal minyak tanah ini,” jelas Aribowo.

Dia menambahkan, setelah diamankan, MT tersebut akan disimpan di Lanal Tahuna, sampai prosesnya selesai.

“Jika dalam penyelidikan pemiliknya diketahui maka akan kita proses lebih lanjut berkordinasi dengan Polres. Namun jika yang pemilik barang tidak mengaku maka barang bukti tersebut akan disumbangkan ke masyarakat yang terkena dampak bencana alam untuk dipergunakan di dapur umum atau para korban,” Kunci Aribowo.

Terpisah, unsur muda Sangihe Gerald Abdul merasa setujuh dengan pendapat Lanal Tahuna yang akan menyumbangkan MT tersebut ke korban bencana mengingat mereka sangat membutuhkan bahan bakar tersebut.

“Tapi jika pemiliknya diketahui, dan benar itu minyak tanah bersubsidi yang akan dia jual ke Manado maka wajib diberi hukuman. Mengingat masyarakat Sangihe sangat membutuhkan minyak tanah apalagi masyarakat yang ada di pulau-pulau dan seenaknya mereka pakai untuk berbisnis demi kepentingan pribadi,” tandas pria berkaca mata tersebut. (wan/don)

Kirim Komentar