14 Feb 2020 12:55

Pemalsuan Dokumen Negara Diancam Pidana

MyPassion

MANADOPOST.ID--Dugaan KK Siluman di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil  (Dukcapil) Manado mendapat tanggapan dari berbagai pihak.

Pengamat Hukum Sulut Dr Wenly Lolong MH menilai, perlu adanya penelusuran lebih lanjut terkait KK Siluman. "Kewenangan menelusuri ada di internal dinas terkait. Publik pun perlu mengetahui tentang hal ini. Kesalahan seperti ini sangat mungkin terjadi," katanya.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Hukum Unima ini menambahkan, agar jangan ada pemalsuan data dokumen negara. Sebab KK adalah kartu identitas keluarga yang memuat data tentang nama, susunan dan hubungan dalam keluarga, serta identitas anggota keluarga.

“Atas dokumen negara seperti ini, diharapkan tidak terjadi pemalsuan data. UU Administrasi Kependudukan jelas diatur larangan terhadap hal ini. Kedepannya perlu koreksi dan kehati-hatian dalam memproses data kependudukan," katanya.

Akademisi FIS Unima ini juga menilai, harus adanya ketelitian dalam hal ini. Pun harus ada penyelidikan lebih lanjut untuk membuktikan dugaan tindak pidana di dalamnya. Karena dapat masuk ke ranah pidana, jika terjadi pemalsuan data.

"Belum bisa dengan mudah diindikasikan ada perbuatan pidana. Dalam hal ini pemalsuan data untuk dimuat di kartu keluarga. Atau kartu keluarga yang diduga dipalsukan. Makanya ditelusuri dulu lebih lanjut," katanya.

"Sebab bisa saja kesalahan terjadi di proses awal pencatatan. Untuk ke ranah pidana perlu penyelidikan lebih lanjut, oleh yang memiliki kewenangan untuk itu. Yang terpenting kedepannya diperlukan kehati-hatian dalam pengolahan data," tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Manado Julises Oehlers SH membantah adanya KK ‘siluman’ tersebut.

Menurut dia, KK dengan 30 anggota itu merupakan KK tampungan. Datanya dibuat pada saat pemuktahiran data base 2015 untuk data anomali. Yaitu data yang tidak lengkap. Seperti nama orangtua dan sebagainya.

“Data dalam KK tidak dihapus tapi status tidak aktif. Jika yang bersangkutan datang untuk melengkapi data yang tidak lengkap, baru datanya akan diaktifkan kembali,” pungkasnya seraya menegaskan, tidak ada KK Siluman di Dukcapil Manado.

Diketahui, KK siluman mencuat ketika salah satu anggota keluarga di Kelurahan Wanea mengecek data KK mamanya di Dukcapil. Setelah di-print out ternyata mamanya menjadi kepala keluarga dengan jumlah anggota 30 orang yang tidak dikenal.(ite/gel)  

Kirim Komentar