14 Feb 2020 09:10
Sulut Dipilih Paling Romantis, Perceraian Masih Banyak

Pelakor-Pebinor Kikis Valentine

MyPassion

MANADOPOST.ID--Sulawesi Utara (Sulut) dapat hadiah spesial dalam momen Valentine’s Day (Hari Kasih Sayang). Berdasarkan hasil studi yang dilakukan CupoNation, salah satu portal diskon Indonesia, Sulut dipilih sebagai wilayah dengan penduduk paling romantis di Indonesia.

 

Hasil ini didapat setelah menganalisa minat orang Indonesia dalam merayakan hari Valentine dan mengungkap wilayah di Indonesia yang antusias terhadap perayaan tersebut. Pencarian tentang Hari Valentine, meningkat di Indonesia. Volume pencarian online pada mesin pencari google untuk Kata kunci ‘Hari Valentine’ meningkat sebanyak 6% di tahun 2019, jika dibandingkan dengan tahun 2018.

Berikut adalah sepuluh wilayah di Indonesia yang penduduknya paling banyak mencari tahu tentang hari valentine serta ide romantis untuk merayakannya melalui mesin pencari Google: Sulawesi Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Bali, Papua, Sulawesi Tengah, Papua Barat, Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Barat

Indeks romantis tersebut dihitung melalui popularitas rata-rata dari volume penelusuran yang berkaitan dengan hari Valentine: Hari Valentine, Valentine’s day, Romantis, Romantic, Hari Kasih Sayang dalam skala 0 sampai 100 untuk periode 1 Januari 2018 - 31 Januari 2019 melalui Google Trends. Popularitas online hari Valentine di rangking berdasarkan jumlah volume penelusuran untuk kata kunci “Hari Valentine” dalam skala 0 sampai 100 untuk periode 1 Januari 2018-31 Desember 2019, melalui Google Trends.

Sementara itu, momen hari valentine juga dimanfaatkan banyak pasangan untuk berkunjung ke tempat-tempat menarik untuk menghabiskan momen Valentine. Dalam menyambut moment spesial ini, portal diskon tanah air CupoNation dan OYO menganalisa destinasi favorit yang paling banyak dikunjungi saat valentine dan merangking berdasarkan destinasi terpopuler, berikut adalah urutannya: Bali, Pulau Seribu, Bunaken Manado, Puncak Bogor, Bandung, Yogyakarta, Ubud, Gili Trawangan, Moyo Island Sumbawa, Kepulauan Banda Maluku.

Hal ini turut dikomentari psikolog klinis Hanna Monareh MPsi. Monareh mengatakan, dinobatkannya warga Nyiur melambai sebagai penduduk Indonesia paling romantis, karena masyarakat Sulut paling banyak mencari tahu tentang hari Valentine dan ide romantis secara online. “Dari sudut pandang psikologis, masyarakat Sulut memiliki budaya empati, tolong menolong dan sepenanggungan dengan orang lain,” ungkapnya.

Lanjut Monareh, wilayah Sulawesi Utara ini, masyarakat Sulut selalu mengikuti tren dan juga lebih mudah terbuka atau mengekspresikan sesuatu termasuk memperingati hari valentine. “Memang tidak disebutkan dari survei rentang usianya. Bila orang-orang muda, khususnya pelajar diharapkan perayaan valentine dilakukan dengan hal-hal positif,” kuncinya.

Survei di atas berbanding terbalik dengan keadaan kondusifitas keluarga di Sulut. Berdasarkan data yang dirangkum Manado Post, kasih sayang agak terkikis dalam lingkungan keluarga. Data tiga tahun terakhir, Sulut lagi heboh dengan istilah unik pelakor (perampas laki orang) maupun pebinor (perampas bini orang).

Fenomena itu diperkuat catatan cerai Januari-Juli 2019. Pengadilan Negeri Manado dan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Manado mencatat, ada 1.541 berkas pengajuan cerai mengantre di kantor masing-masing. Angka tersebut bisa saja bertambah. Karena ada data lima bulan yang belum direkap.

Di sisi lain, sesuai data PTA Manado, perkara yang diputus dalam tahun 2017-2017 meningkat; Jika 2017 berjumlah 2.098. 2018 naik menjadi 2.215 putusan. Jika ditotalkan, dalam dua tahun Sulut pernah mengoleksi 4.313 janda dan duda akibat bercerai. Salah satu penyebab perceraian menurut pengadilan akibat kehadiran orang ketiga.

Di sisi lain, menurut data PTA Manado, PA Kota Kotamobagu paling banyak mengeluarkan putusan pada 2018, yang mencapai 869. Di urutan kedua ada PA Manado dengan total putusan 733. Begitupun pada tahun 2017; total putusan cerai untuk Kotamobagu mencapai 851, lalu diikuti Manado dengan 501 putusan.

Menurut Juru Bicara Hakim PN Manado Imanuel Barru SH, kasus ini bukan masalah asing. “Kasus perceraian ini sudah sering terjadi. Dan pastinya tiap tahun akan selalu meningkat. Sehingga ini bukan kasus baru lagi buat kami,” ungkapnya saat diwawancarai Manado Post.

Pada tahun 2017-2018 saja tercatat sudah ada 4.288 berkas perceraian yang mereka urus. Namun ia menyebutkan, hakim pengadilan tetap mengupayakan agar kasus ini ditangani sebaik mungkin. Karena ini mengandung privasi dari setiap individu. “Yah kami menangani kasus ini semaksimal mungkin. Karena ini masalah yang sangat sensitif dan privasi sehingga diperlukan kehati-hatian dalam menanganinya,” sebutnya.

Setiap sidang perceraian katanya upaya pengadilan sebatas mengarahkan kedua belah pihak. Dan mereka memiliki orang khusus untuk menjadi mediator. “Kami sendiri pun tidak menginginkan setiap pasangan bercerai. Karena itu kami menyediakan orang khusus untuk menjadi mediator siapa tahu para pasangan dapat menemukan jalan keluar lainnya selain bercerai,” jelas Barru.

Ditanya soal usia pasangan yang paling sering mengajukan cerai? Katanya untuk usia tidak menentu. Karena semua bervariasi. Ada yang masih mudah. Ada juga yang sudah puluhan tahun menjalani bahtera rumah tangga. “Mereka bervariasi. Ada yang usia pernikahan masih seumur jagung, ada juga yang sudah melewati asam manis kehidupan. Yah kembali lagi keputusan di tangan mereka,” paparnya.

Penyebab utama perceraian katanya hanya masalah sepele yang terus-menerus terjadi. Sehingga memicu sampai faktor-faktor yang tidak diinginkan dalam rumah tangga.

“Biasanya hanya cek-cok yang terus menerus sehingga terkadang menjurus ke kekerasan dalam rumah tangga atau memilih berselingkuh. Merasa sudah tidak cocok lagi. Alasan lain yaitu pernikahan usia dini dan faktor ekonomi,” tambahnya. Di tempat berbeda, pihak PT Agama Manado menjelaskan, tahun 2017-2018 mereka sudah menyelesaikan sebanyak 4.723 kasus perceraian.(Tim MP/gnr)

Kirim Komentar