14 Feb 2020 09:13

Keluarga Harmonis Pupuk Generasi Hebat

MyPassion
Keluarga Dondokambey-Tamuntuan dan Keluarga Kandouw-Tanos

MANADOPOST.ID--Momen hari kasih sayang bukan hanya diperingati setiap tanggal 14 Februari. Di Sulawesi Utara sendiri ada banyak contoh keluarga yang tetap harmonis tanpa harus menunggu datangnya Valentine’s Day.

Misalnya Keluarga dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey (Dondokambey-Tamuntuan) dan Keluarga dari Wagub Steven Kandouw (Kandouw-Tanos). Keduanya bisa jadi teladan bagi pasangan yang baru nikah, bagaimana merawat lingkungan keluarga.

Sebagaimana program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia (RI), untuk terus menghasilkan generasi yang hebat, kasih sayang harus dipupuk dari dalam lingkungan keluarga.

Menurut Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, perayaan hari valentine menjadi momentum untuk saling menghargai dan memperkuat kesatuan. “Ini kan sudah menjadi tradisi, bahwa ada bunga dan coklat di hari valentine. Makna manis ini harus bisa diadaptasi dalam kehidupan setiap hari. Sama seperti yang sering diungkapkan Pak Gubernur Olly Dondokambey, berhenti menyebarkan sesuatu menyinggung perasaan orang lain. Harus saling menghargai antara sesama,” katanya.

Kandouw juga mengatakan, momentum valentine bukan hanya ditujukan bagi satu atau dua orang. “Menyebar kasih sayang itu harus kepada semua orang. Budaya ini harus tetap kita jaga, agar supaya Sulut semakin maju. Apalagi daerah kita ini dikenal karena kerukunan. Jadi saya mengajak, agar mencintai apa yang menjadi ciptaan Tuhan harus terus dilakukan,” katanya.

Berdasarkan ulasan BKKBN RI, keluarga adalah wahana pertama dan utama bagi penyemaian karakter bangsa. Selain itu, keluarga merupakan pilar pembangunam bangsa. Karena keluarga adalah lingkungan utama untuk laksanakan asah asih dan asuh untuk tanamkan integritas etos kerja dan gotong royong kepada anak-anak. Keluarga juga memiliki potensi yang menjanjikan dalam membangun karakter generasi bangsa, mengingat pentingnya peran keluarga dalam pembangunan suatu bangsa.

Keluarga, juga memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mengembangkan pribadi anak. Pengasuhan orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang nilai-nilai kehidupan, baik agama maupun sosial budaya, merupakan faktor yang kondusif untuk mempersiapkan anak menjadi pribadi dan anggota masyarakat yang berkualitas.

Untuk mendukung keluarga agar dapat melaksanakan fungsi keluarga secara optimal, pemerintah Indonesia diketahui telah mengeluarkan kebijakan pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Ketahanan dan kesejahteraan keluarga adalah kondisi keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik-materil guna hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan kebahagiaan lahir dan batin.

Sementara itu, Pakar Pemerintahan Dr Alfons Kimbal saat dikonfirmasi mengatakan, setiap kepala daerah memang diwajibkan untuk akur dan saling menghargai. Pasalnya ada masyarakat yang akan menjadi korban saat kepala daerah tidak akur.

"Jangan sampai ada benturan kepentingan sehingga hubungan pasangan kepala daerah rusak. Itu pasti akan berdampak langsung kepada masyarakat. Kepala daerah harus menjadi contoh, jangan mereka sendiri yang menciptakan blok di antara masyarakat," terangnya.

Kimbal juga mengatakan, model manajemen pemerintahan yang dijalankan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) patut dijadikan contoh kalangan kepala daerah lain, mengingat antara kepala daerah dan wakilnya harus selalu kompak, solid, dan saling mendukung.

Menurutnya, banyak contoh kepala daerah di Indonesia bahkan di Sulut, yang tidak memperlihatkan hubungan yang harmonis dengan wakilnya, tidak saling mendukung dalam kebijakan, dan pada perjalanannya justru terjadi pecah kongsi.

“Misalnya, wakil bupati atau wakil wali kota bicara begini, tetapi kepala daerahnya ternyata ngomong begitu. Tidak kompak. Seharusnya tidak seperti itu, nomor satu harus back up nomor dua. Tanggung jawab memimpin daerah harus dibagi dua secara jelas, antara kepala daerah dan wakilnya sehingga program-program yang dijalankan untuk membangun daerah berjalan dengan optimal. Karena tidak bisa menjalankan pemerintahan sendiri,” kuncinya.(rgm/ewa/gnr)

Kirim Komentar