14 Feb 2020 15:44

4 Rumah Warga Ludes Diamuk Jago Merah

MyPassion
Empat rumah warga ludes terbakar di lorong bioskop Desa Modayag, Kecamatan Modayag.

MANADOPOST.ID--Jago merah kembali mengamuk di Kabupaten Boltim. Kali ini, sebanyak empat rumah warga di lorong bioskop, Desa Modayag, Kecamatan Modayag, ludes terbakar.

Informasi yang diperoleh Manado Post, empat rumah yang terbakar merupakan milik Ulun Agoan, Fence Kalumata, Ep Tewal, dan Adi Bumulo. Musibah naas terjadi pada Kamis (13/02), sekira pukul 23.55 Wita.

Dari penuturan sejumlah warga setempat, atas kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, akan tetapi akibat kebakaran ke empat warga mengalami kerugikan hingga ratusan juta rupiah.

“Barang berharga termasuk motor juga hangus terbakar. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun mereka (korban kebakaran) mengalami kerugian materil hingga rartusan juta,” kata salah satu warga.

Dari amatan Manado Post, tiga dari empat rumah warga tersebut nampak rata dengan tanah. Sedangkan satu rumah lainnya hanya dibagian dapur dan atap yang terbakar.

“Ketiga rumah terbakar rata tanah itu milik Ulun Agoan, Fence Kalumata dan Ep Tewal. Kalau hanya terbakar dibagian dapur milik Adi Bumulo yang tengah mendirikan bangunan rumah,” katanya lagi.

Sementara itu, dari keterangan warga lainnya, sumber api yang memicu terjadinya kebakaran berasal dari rumah milik Ulun Agoan yang kemudian merembet hingga kerumah lainnya yang ada disisi kiri dan kanan.

Saat kebakaran terjadi warga berbondong bondong menggunakan ember untuk mengambil air di sungai agar dapat memadamkan kobaran api. Api berhasil dipadamkan setelah dua jam warga berupaya untuk pemadaman.

“Tidak ada bantuan pemadaman dari Pemkab Boltim saat kejadian terjadi. Yang ada hanya satu mobil water canon milik Polres Kotamobagu, itu pun api sudah berhasil dipadamkan para warga,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Boltim Brammy Tamalihis mengatakan, paska kebakaran terjadi hanya ada satu mobil water canon dari Polres Kotamobagu yang tiba dilokasi kejadian.

Menurutnya, langka yang diambil Polres Boltim adalah meminta bantuan Polres Kotamobagu menyiapkan water canon, sebab untuk menyediakan mobil pemadam dari Ibukota Tutuyan membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam perjalanan.

“Upaya yang kita lakukan adalah menghubungi Polres Kotamobagu sebab jaraknya dekat hanya sekitar 15 menit sampai dilokasi kejadian. Kalau Damkar dari Tutuyan pasti lama sebab untuk muat air sampai di TKP bisa sampai 2 jam,” kata Brammy.

Dia pun menambahkan, paska kejadian tersebut Polres Boltim melalui Polsek Modayag tengah melakukan uji TKP di lokasi kebakaran. Kejadian kebakaran saat ini sedang ditangani Satuan Polres Boltim.

“Sekarang ini lagi uji TKP oleh Polsek Modayag, termasuk mengidentifikasi awal mula kejadian kebakaran.Tentunya Polsek Modayag masih akan lakukan pendataan termasuk kerugian yang dialami oleh ke empat warga. Bila sudah dapat informasinya akan langsung dilaporkan ke Polres Boltim,” kata Tamalihis.

Diketahui paska musibah kebakaran terjadi pemerintah terkesan tidak siap untuk menyiagakan tiga unit mobil Damkar yang terkesan hanya diparkir dibelakang kantor Bupati Boltim.

Informasi dari Kepala Satuan Pol-PP dan Kebakaran Boltim, Abdul Muhdar Mokoagow, mobil Damkar yang diadakan Bagian Umum Setda Boltim masih terkendala biaya operasional, sehingga pihaknya belum menurunkan satu unit mobil Damkar di Kecamatan Modayag.

“Memang kami belum siap sebab tidak ada biaya operasional. Hingga saat ini belum ada satu pun data dari kebakaran. Kami menunggu informasi dari pihak kepolisian (Polres Boltim),” pungkas Muhdar. (ctr-05)

Kirim Komentar