12 Feb 2020 13:45

OMG! Tukang Potong Kayu Tewas Tertimpa Pohon

MyPassion
Korban saat dievakuasi keluarga bersama warga.

MANADOPOST.ID--Nasib naas menimpa MS alias Nipon (65), pria yang bekerja sebagai tukang potong kayu, warga Kampung Karatung I Kecamatan Manganitu ini harus kehilangan nyawa akibat tertimpa kayu.

Peristiwa terjadi Selasa (11/2) pukul 14.00, di Kebun Bitung yang berlokasi di Kampung Karatung II, berjarak 5 kilometer dari rumah korban Kampung Karatung I.

Kronologi kejadian menurut saksi di lokasi, pada pukul 10.00 Wita rekan kerja korban MD alias Mue (54) bersama korban meneruskan pekerjaan memotong kayu hoade yang akan dijadikan balok, milik keluarga MP warga Kampung Karatung I di kebun Bitung. Kebetulan kayu tersebut sudah dipotong pada Senin (10/2), namun pohon yang dipotong tersebut, masih menyangkut di batu.

"Pohon masih ada yang menyangkut di batu, makanya hari ini Selasa kami lanjutkan lagi pekerjaan pemotongan Pohon Hoade," tuturnya saat memberikan keterangan ke pihak kepolisian.

Lanjut saksi, pada saat mereka memulai pekerjaan memotong kayu, posisi saksi berada di belakang batu. Saat kayu sudah berhasil disenso, batang kayu tersebut tergelincir dan terdengar olehnya seperti menimpa korban.

"Saat korban memotong batang kayu, posisi saya berada di belakang batu. Sementara korban akan memotong kayu dari bawa batang pohon hoade tersebut. Setelah kayu selesai dipotong tiba-tiba batang kayu tergelincir dan berguling menimpa korban. Saya panggil-panggil korban, tapi tak ada jawaban," ungkapnya.

Karena tak ada jawaban dari korban, saksi langsung mengangkat korban. Diketahui saat itu korban sudah tidak bernyawa lagi. Saksi pun segera memberitahukan kejadian itu kepada keluarga dan warga Kampung Karatung. Hal ini dibenarkan Kapolsek Manganitu Iptu Joubert Johanis. Menurutnya, korban tertimpa batang kayu di bagian leher belakang dan punggung korban.

"Dari hasil keterangan dari saksi, korban tertimpa batang pohon di bagian belakang leher dan bagian punggung. Sehingga mengakibatkan korban meninggal," kata Kapolsek.

Atas permintaan keluarga tambah Johanis, korban tidak di lakukan pemeriksaan ke puskesmas.

"Atas permintaan keluarga korban tidak di visum. Karena keluarga sudah menerima kejadian itu sebagai musibah atau kecelakaan. Dan tidak mempermasalahkan hal tersebut. Dari keterangan keluarga juga, korban akan dimakamkan pada hari Kamis (13/2) pukul 14.00 Wita," pungkasnya. (wan)

Kirim Komentar