12 Feb 2020 10:35

4 Tahun OD-SK, Pembangunan Sulut Alami Lompatan

MyPassion
Olly Dondokambey dan Steven Kandouw

MANADOPOST.ID--Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK), Rabu (12/2) menapaki 4 tahun usia kepemimpinan. Loncatan besar sukses dilakukan OD-SK. Banyak efek kemajuan bisa dinikmati masyarakat. Baik sektor pariwisata, kesehatan, infrastruktur, pendidikan.

 

Percepatan pembangunan atas program prioritas tersebut telah sesuai dengan amanat presiden. Ini diungkapkan Gubernur Olly Dondokambey. Dirinya mengatakan, semua pembangunan yang dilakukan adalah sinergitas antara pemprov dan pemerintah pusat. “Memang sementara dipercepat, karena arahan Pak Presiden Jokowi," ungkapnya.

OD mengatakan, jika dukungan atas percepatan semua pembangunan prioritas tersebut bukan hanya sebatas anggaran. Melainkan pengawasan dan konsultasi yang dilakukan secara rutin. "Pemerintah daerah itu selalu melakukan konsultasi dengan pusat terkait pembangunan. Ada kendala, langsung disampaikan. Sehingga secara bersama, langsung ditindaklanjuti. Karena memang dari prioritas nasional ini, ada yang akan tuntas tahun ini," bebernya.

Pembangunan prioritas nasional tersebut disampaikan OD, sangat menguntungkan bagi daerah. Bahkan ada usulan seperti Tol Minut-Minahasa-Minsel, sudah mendapatkan lampu hijau dari pusat untuk ditindaklanjuti.

“Tapi targetnya, kita selesaikan Tol Manado-Bitung tahun ini, kemudian lanjut dengan tol tiga daerah. Bukan hanya itu untuk prioritas lain, seperti pembangunan Jembatan Bitung-Lembeh, sudah masuk tahapan fisibility study (FS). Pak Jokowi sangat mendukung ini,” katanya.

15 kabupaten/kota juga menurut OD, bakal mendapatkan dampak positif dari pembangunan infrastruktur tersebut. Salah satu yang digenjot Pemprov Sulut, adalah tol tiga daerah. Yang menghubungkan Minahasa Utara (Minut), Minahasa serta Minahasa Selatan (Minsel). OD juga mengungkapkan, dalam waktu dekat pemerintah bakal membangun tol tiga daerah, sebagai upaya peningkatan ekonomi. "Iya, rencananya akan direalisasikan tahun 2020 ini," katanya.

Dijelaskan OD, pembangunan jalan tol tersebut sepanjang 57,6 KM yang akan menghubungkan Kota Manado, Kabupaten Minsel serta dua daerah lain dimaksudkan untuk mempercepat jarak tempuh, juga akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat di masing-masing daerah.

"Jika sekarang jarak tempuh dari Amurang ke Manado memakan waktu satu sampai 1,5 jam, dengan adanya jalan tol nanti kita hanya menghabiskan waktu 30 menit sudah sampai di Manado ataupun sebaliknya. Apa yang dilakukan pemerintah ini dalam bentuk upaya meningkatkan perekonomian," jelasnya.

OD mengharapkan rencana pembangunan jalan tol tersebut dapat ditopang masyarakat. "Untuk itu kami selaku pemerintah meminta kepada masyarakat agar supaya mendukung program pemerintah dan jangan diperhambat karena ini untuk kepentingan kita semua. Ya mudah-mudahan ini bisa dilaksanakan pada tahun 2020 ini. Karena kita sudah mengusulkan pekerjaan ini ke pemerintah pusat," tukasnya.

Dari sektor Pendidikan, OD-SK tahun lalu berhasil mendapat penghargaan Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) 2019. Ini kali ketiga penghargaan ini diraih Gubernur Olly di kategori Madya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom).

Sulut dinilai Sulut dinilai berhasil mengelola TIK melalui akuntabilitas pemanfaatan TIK dan pemberian akses di pulau terluar. Penghargaan diserahkan langsung Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi. Ini menjadi bukti pembangunan pendidikan di Sulut juga merupakan program prioritas untuk mencapai peningkatan mutu dan akses pendidikan melalui pendayagunaan TIK.

Bagaimana dengan sektor pariwisata? OD-SK berjanji akan terus melakukan peningkatan infrastruktur, pembenahan obyek wisata, peningkatan jumlah event wisata, peningkatan jumlah pemandu wisata, dan berbagai strategi lainnya. Sulut, Pusat Transit Wisman.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah menjadikan Sulut dalam hal ini Manado, bukan hanya sebagai tujuan akhir wisata tetapi juga menjadi pusat transit wisman ke berbagai daerah di Indonesia. Posisi strategis Sulut yang berada di bibir Pasifik menjadi garda terdepan Indonesia bagian utara sebagai gate wisman ke Indonesia. Selama ini pariwisata kita tumbuh. Semoga tahun ini akan terus tumbuh.

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengajak masyarakat untuk lebih memajukan daerah. "Menjadi harapan juga, dalam momentum ini seluruh masyarakat Sulut dari Miangas sampai Pinogaluman, akan menyatakan tekad, sikap dan komitmen untuk tidak berhenti mendukung arah pembangunan pemerintah. Khususnya dalam membangun dan menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) unggul untuk memberikan kontribusi bagi terwujudnya Indonesia maju," katanya.

Kandouw juga mengatakan bakal menggenjot infrastruktur serta SDM di daerah. Koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat juga diingatkannya, harus tetap dijaga. Momentum HUT kepemimpinan ini juga disampaikan Kandouw, bakal dijadikan untuk kemajuan daerah.

"Kedepan Sulut bakal menjadi pintu masuk ekonomi di Indonesia. Pasalnya sudah banyak yang ditunjukkan dengan capaian sampai saat ini. Ini semua bisa tercipta karena daerah aman dan kerukunan terus dijaga. Peran Kapolda dan Pangdam sangat besar dalam kesuksesan daerah," ujarnya.

Kandouw mengatakan, jika di momentum HUT kepemimpinan ini adalah semangat pekerjaan yang memang akan terus menyala. Dirinya juga mengatakan, sudah ada target yang bakal dilaksanakan mulai tahun ini sampai beberapa tahun kedepan. "Kita sudah diberikan pekerjaan dari pusat untuk dilakukan. Itu akan kita terus lakukan sehingga bisa tuntas sesuai dengan target," tuturnya.

Pekerjaan tersebut menurutnya, adalah sejumlah megaproyek infrastruktur. Seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, pengoperasian secara maksimal KEK Bitung, Pengembangan Bandara Sam Ratulangi, Tol Manado-Bitung, Jembatan Karakelang-Salibabu serta beberapa infrastruktur lain.

"Untuk Bandara Sam Ratulangi dan KEK Pariwisata sudah akan tuntas tahun ini. Ada yang ditargetkan selesai tahun depan, ada juga yang bakal running tahun depan. Yang pasti semua bakal kita tuntaskan," imbuhnya.

Selain infrastruktur, Kandouw juga menekankan jika target yang bakal dibuat untuk Sulut, adalah menjadikan sebagai kawasan Pasifik.

"Kita akan menjadikan Sulut sebagai pintu gerbang Pasifik. Semua peningkatan ekonomi di Indonesia, akan masuk awal dari Sulut. Jaringan ke negara luar, bakal kita maksimalkan melalui pintu gerbang yang berada di Sulut. Yang pasti, Sulut bakal berkembang pesat dalam beberapa tahun kedepan," katanya.

Perwujudan gerbang Pasifik tersebut menurutnya, bakal ditunjang dengan adanya Internasional Hub Port (IHP) Bitung. Ekspor impor juga sudah mulai digalakkan.

"Kita telah berkoordinasi dengan pihak Pelindo untuk meningkatkan ekspor impor daerah. Dan itu sudah disanggupi. Dengan geografis Sulut, sebagai pintu gerbang Pasifik, maka akan memudahkan kita untuk menaikan sektor perekonomian. Kita berharap ini mendapatkan dukungan masyarakat," kuncinya.

Sekretaris Provinsi Sulut Edwin Silangen mengatakan, bimbingan dan arahan yang dilakukan selama empat tahun tersebut sangat baik. "Arahan dan cara memimpin beliau sangat baik. Penguasaan akan wilayah menjadi keunggulan beliau berdua. Semua sektor bisa tergenjot dengan baik," ungkapnya.

Silangen juga mengatakan, kekompakan duet OD-SK menghasilkan banyak terobosan dan capaian berarti menunjang pembangunan yang mensejahterakan masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.

Kata dia, seperti halnya jika dilihat dari ukuran makro, dimana angka kemiskinan menurun dari awal kepemimpinan OD-SK yang berada di angka 8,9% tahun 2016. “Pada akhir tahun 2019, angka kemiskinan dapat ditekan di kisaran 7,25%, atau turun satu digit. Artinya, orang miskin di Sulut berkurang,” ungkapnya.

Lanjut birokrat potensial ini, untuk angka kemiskinan turun diikuti dengan Pertumbuhan Ekonomi (PE), dimana PE Sulut berada pada angka 6% di atas nasional 5%.

Khusus untuk perekonomian, kata Silangen, Pemprov Sulut mampu menekan gejolak harga di pasar atau biasa disebut dengan inflasi. “Ini berkaitan dengan daya tahan dan daya beli masyarakat Sulut. Bahkan di akhir Desember 2019 kemarin kita malahan deflasi sehingga secara year on year menembus 3%,” bebernya.

Silangen mengakui, selain mampu menekan inflasi, ODSK juga turut menjaga stabilitas daerah. Menurutnya, ini keberhasilan yang sangat luar biasa, karena masyarakat bisa berinteraksi dengan lancar tidak ada perbedaan yang menjadi konflik.

“Kondusifitas masyarakat yang stabil membuat pergerakan di sektor pariwisata meningkat drastis. Khusus turis dari luar negeri yang ke Sulut hampir 200 ribu orang. Kalau dibandingkan dengan lalu hanya 40 ribu. Ini kan bawa efek ganda ke masyarakat termasuk ekonomi,” akunya.

Sementara itu, berkat perjuangan OD-SK sejumlah harga komoditas daerah sudah mulai stabil. Tak hanya itu saja, angka Indeks Pambangunan Manusia (IPM) mampu dipertahankan.

“Bisa dipertahankan di angka 72. Baik itu dari sisi pendidikan, kesehatan dan pendapatan masyarakat. Berbagai keberhasilan yang dibuat ODSK dijalankan sesuai dengan RPJMD 2016-2021 yang telah ditetapkan,” tuturnya. Meski begitu, Silangen mengatakan masih ada pekerjaan rumah yang akan capai sesuai dengan RPJMD.(ewa/gnr)

Sektor Kesehatan:

  1. Jumlah Kematian Balita Menurun 137 kasus
  2. Jumlah Kematian Ibu menurun 44 kasus
  3. Jumlah Puskesmas Bertambah menjadi 195 Puskesmas
  4. Pembangunan RS Jiwa di Kalasey dan Pengembangan RS Mata
  5. Pembangunan  RSUD Provinsi Kelas B
  6. Dapat Penghargaan PARAMESTI 
  7. Penghargaan Penanggulangan TBC Dari Kemenkes

*Sumber: Dinkes Sulut

Turunkan Angka Putus Sekolah 2016-2019:

Tahun                   Angka Putus Sekolah

2016                       2.128

2017                       1.766

2018                       `1.835

2019                       1.200

*Sumber: Dinas Pendidikan Sulut, Februari 2020.

Sektor Pertanian dan Peternakan:

Tahun     Padi (ton)          Jagung (ton)       Kedalai  (ton)   Komoditi Peternakan (Kg)

2016       678.115 ton         582.31                      15.875                                3.431.241

2017       775.847              1.636.236                7.806                                    3.496.608

2018       871.120 1.131.852             48.203                                   3.518.331

2019       856.447 1.280.032             12.836                                   3.552.663

*Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Darah Sulut, Februari. 2010                  

Sektor Pariwisata:

1. Meningkakan Kunjungan Wisman ke Sulut Menjadi 132 Ribu Pada Tahun 2019

2. Diskon Tiket Penerbangan 50 Persen Untuk Semua Tujuan

3. Buka Jalur Penerbangan Langsung ke China dan Filipina

*Sumber: Dispar

Sektor Lingkungan Hidup:

  • Tahun 2018 Provinsi Sulawesi Utara dipercayakan menjadi Tuan Rumah Pelaksanaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang dilaksanakan di Taman Wisata Alam (TWA) Batu Putih Tangkoko Kota Bitung.
  • Gubernur Sulawesi Utara mendapatkan Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  • Deklarasi Bersama Pengurangan Penggunaan Bahan-bahan Plastik

SEKTOR PENDAPATAN:

  • Indeks Kapasitas Fiskal Provinsi Sulawesi Utara naik dari Tahun 2018 (PMK Nomor 107/PMK.07/2018) sebesar 0,337 (sangat rendah) menjadi 0,585 (sedang) pada Tahun 2019 (PMK Nomor 126/PMK.01/2019), atau naik sebesar 0,24 poin (71,21%). Hal ini menandakan kapasitas fiskal Provinsi Sulawesi Utara semakin membaik di tangan ODSK.
  • realisasi PAD selang 3 Tahun terakhir yang dicapai melalui BADAN PENDAPATAN DAERAH Sulut, yaitu pada Tahun 2017 sebesar Rp. 983.887.128.197 (104,70%), Tahun 2018 sebesar Rp. 1.264.091.649.971 (103,31%), dan Tahun 2019 sebesar Rp. 1.293.376.969.987 (101,03%). Untuk Tahun 2020, PAD ditargetkan sebesar Rp. 1.306.462.695.102 mengalami kenaikan 2,32% dari tahun sebelumnya.
  • Ukuran kemandirian fiskal daerah Provinsi Sulawesi Utara dilihat dari proporsi realisasi PAD (101,03%) terhadap PATDA (95,94%) dikurangi DAK untuk tahun 2019 sebesar 44,56%, dibandingkan tahun 2018 sebesar 43%.
  • Meningkatnya Sumber-Sumber Potensi PAD dengan indikator kenaikan pendapatan Minimal 5%; Proporsi PAD 32%; PKB 372.587 KBM; PAP 20 WP; PBB-KB 8 Wapu; Wajib Retribusi 39 WR; Objek LLP 15 Objek; Pajak Rokok  Rp 157.887.500.000;

Kirim Komentar