11 Feb 2020 11:27

Rohaniwan Tegaskan Membunuh Paling Dibenci Tuhan

MyPassion

MARAKNYA kasus pembunuhan di Sulut mendapat sorotan dari rohaniwan atau para tokoh agama. Sekretaris Sinode GMIM Pdt Evert Tangel STh MPdK mengatakan, kejadian ini sangat disesalkan dan tindakan ini sangat tidak terpuji.

(Baca: Pembunuhan Berantai Teror Warga, Sudah 10 Warga Diduga Meninggal Terbunuh)

“Para pelaku telah kehilangan rasa kemanusiaan, dan tindakan ini adalah dosa. Karena dalam ajaran gereja dan juga semua agama pasti melarang hal tindakan membunuh. Dalam tatanan kehidupan masyarakat Sulut yang beragama, tindakan ini sangat memalukan dan merusak nama baik daerah kita,” ujarnya.

Dia menambahkan kecendrungan kasus pembunuhan yang kebanyakan dipicu oleh miras dan melibatkan anak-anak muda menjadi suatu evaluasi terhadap kualitas pembinaan yang dilakukan selama ini. “Oleh karena itu gereja dan unsur agama lainnya harus lebih serius dalam melakukan pembinaan dengan metode-metode yang lebih kreatif kepada generasi muda,” imbuhnya. Selain itu menurut dia, semua pihak terkait dengan masalah hukum harus lebih tegas dalam hal menangani kasus seperti ini.

“Kami mengharapkan kepada warga jemaat agar pendidikan keluarga lebih ditingkatkan. Mengajar-ajarkan untuk saling mengasihi, saling menghormati, saling mendengar, saling menopang, satu dengan yang lain seperti yang diajarkan sebagai kearifan lokal leluhur tou Minahasa: maleos-leosan, maupus-upusan, malinga-lingaan, matombo-tombolan dan rajin beribadah serta rajin membaca Alkitab,” tukas Pdt Tangel.

Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Abdul Wahab Abdul Gofur, juga meminta masyarakat tetap istighfar dan istiqomah dengan menjalani kehidupan. Perkuat iman merupakan salah satu yang harus dilakukan sebagai umat. "Yang utama juga adalah tetap bertaqwa kepada Allah SWT. Karena jika kita tetap bertaqwa, maka semua larangan akan dijauhkan. Masalah pembunuhan merupakan hal yang tidak diinginkan Allah SWT," imbuhnya.

Gofur juga berpesan agar umat tetap melakukan sosialisasi dengan baik ditengah masyarakat. "Semua masalah itu pasti ada solusi. Jangan langsung kita mengambil tindakan yang tidak diiginkan Allah SWT. Dengan kita bersosialisasi dengan baik, rutin menjalani ibadah shalat, maka semua pikiran negatif bakal hilang. Jangan kita saling menyakiti orang lain atau diri sendiri," imbuhnya.

Sekretaris Departemen Kemitraan dan Dialog Sinode GMIM Pdt Katherin Ering mengatakan, kasus pembunuhan merupakan suatu tindakan yang tidak layak dicontohi. Dalam ajaran umat Kristen, itu perbuatan yang sangat dibenci oleh Tuhan. "Bahkan untuk semua umat beragama itu dilarang, bukan hanya umat Kristen," ujarnya.

Ditambahkannya, terjadinya suatu tindakan pembunuhan sudah pasti disebabkan oleh faktor-faktor yang membuat seseorang sampai bertindak sejauh ini.

“Banyak hal yang memungkinkan sampai terjadinya peristiwa pembunuhan, namun apapun yang menjadi faktor tersebut seharusnya ada jalan keluar tidak sampai pada tindakan pembunuhan," tuturnya.

Terpisah, Ketua Dakwah Pemuda Sulawesi Utara, Ustadz Rivan Kalalo mengatakan terkati kasus pembunuhan di sulut sinergitas antar stakeholder dengan pihak TNI Polri perlu ditingkatkan lagi.

“Dari TNI di jajaran paling bawah memiliki Babinsa dan dari Polri memiliki Babinkamtibmas, ini perlu ada kegiatan edukasi sehingga kasus kejahatan masyarakat akan berkurang. Itu jika di optimalkan fungsi mereka ini, sebagai anak muda tentu kita harus lebih bijak lagi,” ucapnya.

Dia menambahkan, situasi Sulut perlu dijaga bersama, masyarakat umumnya sangat mengharapkan dan menginginkan kehidupan yang aman, nyaman dan damai.

“Hal ini akan tercipta dengan sendirinya jika kita saling bergotong rotong menciptakan situasi aman dan nyaman, mari dukung setiap program pemerintah supaya pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara terus meningkat didorong oleh situasi masyarakat yang aman dan nyaman,” kuncinya.(asr/gnr)

Kirim Komentar