11 Feb 2020 11:24

Miras Jadi Biang Kerok

MyPassion

PARA pelaku yang tak segan-segan menghilangkan nyawa seseorang, akibat beragam sebab. Paling mendominasi karena tersangka sudah dipengaruhi minuman keras (miras). Selanjutnya karena utang piutang, hingga bermotif balas dendam.

(Baca: Pembunuhan Berantai Teror Warga, Sudah 10 Warga Diduga Meninggal Terbunuh)

Pembunuhan akibat masih maraknya miras juga diakui Polda Sulut. Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abast mengatakan, selama bulan Januari kurang lebih 4 kasus pembunuhan terjadi di wilayah hukum Polda Sulut. “Ada dua kasus yang ditangani oleh Polresta Manado, kemudian 1 kasus ditangani oleh Polres Minahasa dan 1 kasus Polres Bitung. Itu laporan yang masuk ke kami,” kata Abast, Senin (10/2) kemarin.

“Rata-rata kasus pembunuhan ini, akibat mengonsumsi miras secara berlebihan. Kemudian akibat perselisihan antara pelaku dengan korban,” ungkapnya. “Ada juga faktor kecemburuan, dendam terhadap korban, dan faktor lainnya. Ada yang direncanakan dan tidak. Itu yang sering diakui para tersangka kala diperiksa penyidik,” bebernya.

Senjata tajam, lanjut perwira tiga melati, paling banyak dipakai pembunuh menghabisi korbannya. “Seperti pisau dapur, pisau badik, samurai dan peralatan lainnya yang membahayakan nyawa orang lain,” katanya. “Makanya, kami akan mengusut sampai tuntas. Sebab tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka,” janjinya. Katanya, hal ini dibuktikan dalam sejumlah pengungkapan kasus yang dilakukan Polda dan jajaran. “Ketika ada peristiwa, kita langsung kembangkan untuk mengejar pelakunya,” janji Abast.

Dia memastikan upaya yang dilakukan kepolisian yakni terus bekerja sama TNI dan instasi pemerintah. Untuk sama-sama mengawasi terjadinya penyalahgunaan miras. “Kepolisian tidak henti menggelar operasi penyalahgunaan miras,” jaminnya.

Lanjutnya, untuk meminimalisir, pihaknya juga bekerja sama dengan agen untuk membatasi peredaran miras di tengah masyarakat, agar tidak dikonsumsi secara berlebihan. “Kemudian ada Direktorat Pembinaan Masyarakat, yang rajin memberikan imbauan kamtibmas dan penyuluhan, untuk menggurangi konsumsi miras,” ungkapnya.(gnr)

Kirim Komentar