11 Feb 2020 11:59

Januari, NTP Sulut Nomor Dua Teratas se-Sulawesi

MyPassion

MANADOPOST.ID--Setelah sebelumnya berada di urutan ke dua terbawah, angka Nilai Tukar Petani (NTP) Sulut periode Januari tahun ini mengalami kenaikan. Bahkan mampu bertengger di urutan dua teratas setelah Sulawesi Barat (Sulbar).

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) NTP Sulut bertengger di angka 99,27 persen. Naik 0,75 persen dibandingkan Desember 2019.  

Kepala BPS Sulut Dr Ateng Hartono menyebutkan kenaikan NTP tersebut disebabkan oleh Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) naik 1,21 persen dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (lb) yang hanya 0,45 persen. Bahkan, Hartono membeber NTP Sulut pada Januari mengalami kenaikan tertinggi setelah Sulawesi Barat (Sulbar).

“Jika sebelumnya NTP Sulut selalu di bawah Gorontalo dan beberapa daerah lain di Sulawesi, tahun ini mengalami kenaikan, bahkan lebih tinggi dari Gorontalo. Berada di urutan ke dua setelah Sulbar, (lihat grafis, red),” bebernya.

Lanjutnya, untuk Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,47 persen. Hal itu disebabkan oleh naiknya kelompok kesehatan, makanan, minuman, dan tembakau.  “Sementara untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Januari sebesar 99,51 persen atau naik 0,78 persen dibanding sebelumnya,” katanya.

Dia pun menekankan, tingkat kesejahteraan petani perkebunan di Sulut tahun ini sudah mulai membaik. Hal ini ditandai kenaikan indeks pengukur untuk itu. Dia menyebutkan Indeks NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) pada Januari 2020, naik sebesar 2,25 persen.

“Peningkatan tersebut terjadi karena pendapatan yang diterima (it) naik sebesar 2,77 persen, lebih tinggi dari apa yang dibayarkan atau biaya hanya bertambah 0,51 persen. Kenaikan It disebabkan oleh membaiknya harga-harga komoditas subsektor perkebunan,” tekannya, sembari menambahkan saat ini perhitungan NTP sudah menggunakan tahun dasar 2018.

Jadi kesempatan besar untuk Sulut dalam memperbaiki NTP nya hingga di atas 100. “Hitungannya sudah menggunakan tahun dasar baru. Otomatis perubahan harganya belum terlalu banyak. Ini menjadi peluang bagi NTP Sulut agar bisa diperbaiki bahkan melebih daerah lain yang ada di Sulawesi,” tukasnya. (ayu)

Kirim Komentar