06 Feb 2020 11:49

Dampak Penutupan Penerbangan Manado-China, 900 Pekerja `Istirahat` Sementara

MyPassion

MANADOPOST.ID-- Sulit untuk ditampikan, jika penundaan sementara penerbangan Manado-China tidak memberikan dampak yang buruk bagi lapangan pekerjaan. Bahkan, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulut Ivantry Mantu membeber saat ini sudah ada 900 pekerja yang harus dirumahkan.

“PHK sementara ada 900 pekerja. Artinya dampak dari penutupan sementara penerbangan Manado- China sudah memberi dampak negatif pada ketersediaan lapangan pekerjaan. Yang pada akhirnya berpengaruh pada Pertumbuhan Ekonomi (PE),” sebutnya.

Owner Ocean27 itu pun menekankan jika ratusan pekerja yang dirumahkan tersebut adalah mereka yang terlibat langsung dalam industry pariwisata yang terkait dengan kedatangan turis China. “ Termasuk juga jasa-jasa penyewaan bus dan restoran,” sebutnya.

Namun sebagai pelaku usaha, Mantu memastikan jika hal tersebut tidak semata-mata mengakhiri semuanya. Dia meyakini hal tersebut sifatnya hanya sementara dan akan kembali normal.

Bahkan Dia menyarankan ini merupakan kesempatan yang baik untuk merencanakan strategi untuk pariwsata Sulut. “ Seharunya kita kita tidak hanya tergantung pada turis China, industri pariwisata harus tetap eksis dan memberikan manfaat untuk ksejahteraan masyarakat,” tukas Presiden IMA Sulut tersebut.

Di sisi lain, MM Group yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam jasa travel yang mendatangkan turis China mengaku bahwa saat ini sudah menutup sementara toko souvenir Jendela Indonesia.

“ Untuk sementara memang masih tutup. Karena itu memang toko khusus turis China. Karyawannya sekira 40 an orang,” sebut Humas MM Group Leonard Paparaga ketika dikonfirmasi malam kemarin.

Dia pun menegaskan sebagai travel yang sering mendatangkan puluhan ribu turis China per tahun, penutupan penerbangan tetap memberikan dampak yang kurang baik. Namun pihaknya akan melakukan terobosan baru. Yakni mendatangkan turis nusantara.

“ Kita akan pindah ke domsetik. Sekali lagi saya sampaikan kami masih sementara berdiskusi tentang kedepannya. Semua karyawan masih bekerja hanya saja untuk toko souvenir memang di tutup karena segmennya memang untuk turis China,” tegasnya, sembari memastikan jika sudah ada informasi terbaru akan segera diberitahukan.” Nanti jika sudah ada hasil keputusan resmi akan saya sampaikan,” tutupnya. (ayu)

Kirim Komentar